Han Kang Raih Penghargaan Bergengsi dalam Sastra Internasional

31 Mar 2026 • 01:03 iMedia

MediaHub – Han Kang, penulis yang dikenal luas dan peraih Nobel Sastra, kembali menorehkan prestasi luar biasa. Di usianya yang ke-56, ia mencetak sejarah sebagai novelis Korea pertama yang meraih National Book Critics Circle Award (NBCC) untuk versi bahasa Inggris dari novelnya yang berjudul “We Do Not Part.”

Pengumuman penghargaan ini berlangsung di New York pada tanggal 26 Maret, waktu setempat. Karya Han Kang berhasil terpilih menjadi salah satu dari buku terbaik yang diterbitkan dalam bahasa Inggris pada tahun lalu oleh para kritikus sastra di Amerika.

Pencapaian ini tergolong langka karena “We Do Not Part” merupakan novel terjemahan ketiga yang berhasil membawa pulang kategori ini sejak NBCC didirikan pada tahun 1975. Karya ini menuai pujian karena kemampuannya menggambarkan trauma akibat Tragedi 3 April Jeju secara mendalam, sambil merefleksikan arti penciptaan dan kebenaran di tengah kehilangan yang menyentuh.

Meski tidak bisa hadir dalam acara tersebut, Han Kang menyampaikan pesan melalui penerbitnya. Ia mengisahkan tokoh-tokoh dalam novelnya sebagai individu yang memilih untuk tidak berpisah, tetap bertahan, dan menjaga harapan meskipun berada dalam kegelapan.

Ditulis pada tahun 2021, novel ini dikenal dengan gaya “prosa puitis” yang menjadi ciri khas penulisan Han Kang. Sebelum dirilis dalam versi bahasa Inggris, buku ini telah lebih dahulu diterjemahkan ke dalam bahasa Swedia pada tahun 2024, yang turut berkontribusi pada penghargaan Nobel Sastra yang berhasil ia raih sebelumnya.

Selain itu, “We Do Not Part” juga telah meraih berbagai penghargaan internasional lainnya, termasuk Medici Foreign Literature Award di Prancis pada tahun 2023 dan Émile Guimet Asian Literature Award di tahun 2024. Versi bahasa Inggris novel ini, yang diterjemahkan oleh Lee Ye-won dan Paige Morris, mendapatkan sambutan hangat dari berbagai media global. The New York Times bahkan menyebutnya sebagai karya yang “menggugah tentang bagaimana peristiwa dan manusia bisa terlupakan,” sementara The Guardian menilai karya ini sebagai “sebuah mahakarya.”

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.