Trump Beri Ancaman Serius ke Iran Soal Ranjau di Selat Hormuz

11 Mar 2026 • 00:37 iMedia

MediaHub – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan tegas kepada Iran terkait tuduhan tentang pemasangan ranjau di Selat Hormuz. Jalur perairan strategis ini dikenal sebagai rute utama dalam perdagangan minyak global.

Trump menekankan bahwa jika Iran memang benar memasang ranjau di wilayah tersebut, mereka akan menghadapi konsekuensi militer yang sangat serius. Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, dia menyatakan belum menerima laporan resmi mengenai isu ini, namun mengingat pentingnya situasi, Iran seharusnya segera mencabut ranjau yang dipasang.

“Jika ranjau ditempatkan dan tidak dihilangkan dengan segera, Iran akan menghadapi konsekuensi militer tanpa preseden,” tulis Trump, merujuk pada potensi ketegangan yang semakin meningkat di kawasan itu.

Trump juga mencatat bahwa tindakan Iran untuk menghapus ranjau dapat menjadi langkah positif dalam meredakan ketegangan yang ada. “Jika mereka menyingkirkan ranjau tersebut, itu akan menjadi langkah signifikan ke arah yang tepat,” tambahnya.

Di samping itu, Trump mengungkapkan kesiapan militer AS menggunakan rudal yang sebelumnya dipakai untuk menghancurkan kapal penyelundup narkoba di Amerika Latin untuk menghadapi kapal yang diduga memasang ranjau tersebut. Dia menegaskan bahwa kapal-kapal ini akan dihancurkan secara permanen jika memang terbukti mengancam keselamatan jalur pelayaran internasional.

Pernyataan Trump muncul setelah CNN melaporkan berdasarkan intelijen AS bahwa Iran telah mulai menempatkan ranjau di Selat Hormuz. Jalur ini sangat vital karena hampir satu per lima dari total produksi minyak dunia melewatinya, sehingga dampaknya sangat luas bagi stabilitas energi global.

Di tengah meningkatnya ketegangan, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan hampir terhenti. Gedung Putih juga menyampaikan bahwa saat ini Amerika Serikat belum mengawasi kapal tanker minyak di jalur tersebut, meskipun sebelumnya Menteri Energi sempat mengklaim adanya pengawalan yang kemudian dihapusnya.

Ketegangan di Selat Hormuz semakin meningkat akibat konflik berkelanjutan antara Iran, AS, dan Israel yang mengganggu jalur distribusi energi global.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya