Iran Serang Instalasi Energi di Bahrin, 32 Terluka
MediaHub – Pada hari Senin, 9 Maret, Iran kembali memfokuskan serangannya terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk. Kali ini, kilang minyak di Bahrain menjadi sasaran, di mana terjadinya kebakaran serta kerusakan yang signifikan akibat serangan drone.
Fasilitas yang terkena dampak adalah Al Ma’ameer Refinery, yang dikelola oleh perusahaan energi nasional, Bapco. Menyikapi situasi yang semakin memburuk ini, Bapco mengumumkan status force majeure untuk operasional mereka akibat dampak langsung dari konflik regional dan serangan terbaru ini.
Bahrain pun kini menjadi negara penghasil minyak terbaru di kawasan yang terpaksa mengaktifkan klausul force majeure. Sebelumnya, langkah serupa diambil oleh Qatar dan Kuwait menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di wilayah tersebut.
Serangan terhadap fasilitas energi ini terjadi di saat harga minyak global melambung tinggi, didorong oleh kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan akibat ketegangan antara Iran dan AS serta Israel, yang telah berkembang sejak akhir Februari lalu.
Di sisi lain, insiden serupa juga dilaporkan terjadi di pulau Sitra, Bahrain, di mana serangan drone mengakibatkan sedikitnya 32 orang terluka. Di antara korban terdapat seorang remaja berusia 17 tahun dan seorang bayi berusia dua bulan.
Ledakan juga terdengar di Doha, sementara negara-negara Teluk lainnya seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait melaporkan serangan tambahan di wilayah mereka. Negara-negara ini menjadi sasaran balasan Iran pasca serangan bom oleh AS dan Israel. Sejak dimulainya serangan balasan dari Teheran, laporan menyebutkan bahwa sedikitnya 21 orang telah tewas di kawasan Teluk, dengan rincian 10 di antaranya adalah warga sipil dan tujuh lainnya adalah tentara AS.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
