Final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Diulang, Publik Soroti Keputusan Juri yang Dinilai Tidak Konsisten

14 May 2026 • 02:12 iMedia

MEDIAHUB.ID – Ketua MPR RI Ahmad Muzani memutuskan untuk mengulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat setelah muncul polemik dalam penilaian dewan juri.

Kontroversi bermula saat tim SMAN 1 Pontianak menjawab sebuah pertanyaan di babak final. Namun, jawaban itu dinyatakan salah dan membuat mereka mendapat pengurangan lima poin.

Tak lama berselang, pertanyaan serupa kembali diajukan kepada tim SMAN 1 Sambas. Jawaban yang diberikan sama persis, tetapi kali ini juri menyatakan benar dan memberi tambahan 10 poin.

Perbedaan penilaian tersebut memicu protes dari peserta SMAN 1 Pontianak. Pihak juri saat itu beralasan jawaban dari Pontianak tidak terdengar jelas karena persoalan artikulasi.

Namun, setelah cuplikan kejadian beredar luas di media sosial, banyak warganet menilai jawaban peserta Pontianak sebenarnya terdengar jelas dan seharusnya dihitung benar sejak awal.

Menanggapi polemik itu, MPR RI disebut mencopot seluruh juri dan pembawa acara sebagai bagian dari evaluasi serta upaya menjaga kredibilitas pelaksanaan lomba.

Meski demikian, keputusan mengulang final justru menuai kritik dari sejumlah netizen. Mereka menilai langkah tersebut kurang tepat dan dianggap merugikan peserta yang sudah tampil baik sepanjang kompetisi.

Salah satu kritik datang dari akun X @RidhaIntifadha yang mempertanyakan alasan final harus diulang. Menurutnya, penyelesaian masalah cukup dilakukan dengan mengoreksi poin kedua tim yang terkait dalam insiden tersebut.

“Ngapain diulang sih. Kan tinggal dianulir saja total poin kedua tim dari pertanyaan viral itu,” tulis akun tersebut.

Ia juga memaparkan simulasi nilai akhir. Dalam hasil awal, SMAN 1 Sambas meraih 90 poin dan menjadi juara pertama, sedangkan SMAN 1 Pontianak mengumpulkan 70 poin sebagai juara kedua.

Menurut perhitungan tersebut, jika poin 10 milik SMAN 1 Sambas dari pertanyaan kontroversial dianulir, total nilainya menjadi 80 poin. Polemik penilaian ini pun terus menjadi perbincangan publik di media sosial.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya