Wall Street Menguat Didorong Lonjakan Saham Teknologi dan AI
MEDIAHUB.ID – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat waktu setempat, didorong optimisme investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), laporan keuangan perusahaan yang solid, serta data ekonomi yang menunjukkan pasar tenaga kerja masih kuat.
Mengutip Reuters, Sabtu 9 Mei 2026, indeks S&P 500 naik 0,84 persen ke level 7.398,93. Nasdaq melonjak 1,71 persen ke posisi 26.247,08, sementara Dow Jones Industrial Average hanya naik tipis 0,02 persen menjadi 49.609,16.
Kenaikan paling besar datang dari saham-saham teknologi dan perusahaan yang terkait dengan AI. Saham Nvidia menguat 1,8 persen, sedangkan Micron Technology dan Sandisk masing-masing melesat lebih dari 15 persen seiring tingginya permintaan perangkat untuk pusat data AI.
Indeks semikonduktor Philadelphia (.SOX) juga ikut menguat tajam. Sepanjang kuartal kedua 2026, indeks itu tercatat sudah naik sekitar 55 persen. Di dalam indeks S&P 500, sektor teknologi naik 2,7 persen, sedangkan sektor utilitas turun 0,9 persen.
Secara mingguan, S&P 500 dan Nasdaq membukukan kenaikan selama enam pekan berturut-turut, menjadi reli terpanjang sejak Oktober 2024. Dow Jones juga menguat selama dua pekan beruntun.
Optimisme pasar turut didukung kinerja emiten yang dinilai lebih baik dari perkiraan. Berdasarkan data LSEG, sekitar 83 persen dari 440 perusahaan S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan kuartal pertama berhasil melampaui ekspektasi analis.
Laba perusahaan-perusahaan S&P 500 pada kuartal pertama diperkirakan tumbuh hampir 29 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan kontribusi terbesar berasal dari perusahaan teknologi berbasis AI.
Namun, sejumlah saham tetap terkoreksi. Cloudflare anjlok 24 persen setelah perusahaan layanan cloud itu mengumumkan pemutusan hubungan kerja sekitar 20 persen karyawan dan memberikan proyeksi pendapatan kuartal kedua yang lebih lemah dari perkiraan.
Saham Expedia turun 9 persen setelah perusahaan perjalanan online itu menyebut konflik di Timur Tengah mulai menekan permintaan perjalanan. Adapun CoreWeave melemah 11,4 persen akibat kenaikan proyeksi belanja modal tahunan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
