Petugas Haji Diminta Berakhlak dan Inklusif dalam Memberi Pelayanan
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa pelayanan petugas haji kepada jamaah harus mengedepankan akhlak, inklusivitas, dan kepedulian terhadap kelompok rentan.
Ia menyampaikan bahwa lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok rentan lainnya harus menjadi perhatian utama dalam setiap layanan, bukan sekadar pelengkap.
Dari sisi teknis, Irfan meminta seluruh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi memastikan kesiapan berbasis data yang akurat dan presisi. Hal itu mencakup dokumen, pra-manifest, penempatan jamaah, layanan kesehatan, hingga distribusi kebutuhan jamaah yang harus tertata dengan baik.
Terkait skema murur dan tanazul, ia menyebut keduanya sebagai bagian dari upaya perlindungan dan kemudahan bagi jamaah. Karena itu, pendataan yang valid serta penjelasan yang utuh kepada jamaah dinilai sangat penting.
Irfan juga menyoroti pentingnya integritas petugas haji. Menurut dia, kepercayaan jamaah tidak boleh disalahgunakan, dan seluruh petugas harus menghindari pelayanan yang diskriminatif.
“Petugas haji harus menjadi teladan dalam kejujuran dan akhlak pelayanan,” tegasnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
