PB HMI Ajak Publik Mengedepankan Rasionalitas Hadapi Polemik JK

19 Apr 2026 • 05:49 iMedia

MEDIAHUB.ID – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mengajak seluruh pihak menjaga kejernihan nalar publik dan mengedepankan prinsip tabayyun dalam menyikapi polemik pernyataan tokoh nasional Jusuf Kalla terkait isu keagamaan. Menurut PB HMI, sikap tersebut penting agar persoalan yang berkembang tidak merusak kohesi sosial.

Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, menilai publik perlu melihat secara utuh rekam jejak Jusuf Kalla dalam upaya penyelesaian konflik di Indonesia. Ia menekankan bahwa penilaian terhadap sebuah pernyataan harus dilakukan dengan cermat, dengan membedakan antara teks, konteks, dan interpretasi.

“Pemisahan antara teks, konteks, dan interpretasi merupakan prasyarat utama dalam membaca sebuah pernyataan secara adil. Reduksi terhadap narasi tersebut berpotensi melahirkan penyimpangan makna yang memperkeruh ruang publik,” ujar Bagas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu malam, 18 April 2026.

Dalam pernyataannya, PB HMI juga menyoroti kecenderungan menyederhanakan isu lintas agama yang berpotensi memicu salah tafsir di tengah masyarakat. Organisasi mahasiswa Islam itu menilai pendekatan yang rasional dan proporsional dibutuhkan agar perdebatan publik tetap sehat.

Selain itu, PB HMI mengingatkan agar instrumen hukum maupun aparat penegak hukum digunakan secara objektif. Menurut mereka, penegakan hukum tidak boleh menjadi alat yang justru memperbesar eskalasi konflik identitas di masyarakat.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya