Skip to content
MediaHub Indonesia
INDEX KIRIM BERITA

Menu

Menu primary belum diset.

Menu 2

  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Pendidikan & Sosial
  • Regional
  • Teknologi & Otomotif
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Pendidikan & Sosial
  • Regional
  • Teknologi & Otomotif
MediaHub Indonesia / Teknologi & Otomotif

Lebih dari 1 Juta Rekening Bank Diretas, Serangan Siber Bergeser ke Pencurian Data Login

17 Apr 2026 • 16:38 • iMedia
Facebook WhatsApp Telegram X Email

MEDIAHUB.ID – Kaspersky melaporkan lebih dari satu juta akun perbankan diretas sepanjang 2025 akibat serangan malware pencuri data atau infostealer. Pola serangan siber finansial kini dinilai bergeser dari malware perbankan tradisional di PC ke pencurian kredensial dan data login.

Dalam laporan terbarunya, Kaspersky menyebut para pelaku kini lebih banyak memanfaatkan perdagangan data di dark web serta situs e-commerce palsu untuk mencuri informasi sensitif. Data yang diburu antara lain username, password, cookie, hingga data kartu bank dan aset kripto.

“Dark web telah menjadi pusat utama kejahatan siber finansial. Kredensial dan kartu perbankan yang dicuri dikumpulkan, dikemas ulang, dan dijual di sana,” ujar Polina Tretyak, analis Kaspersky Digital Footprint Intelligence, dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).

BACA JUGA
BYD Atto 1 Hadir dengan Varian Baru, Harga Mulai Rp199 Juta Terpopuler: Yadea Siapkan Motor Listrik Jarak Jauh hingga BYD Atto 1 Varian Baru Eksplorasi Gerbang Pulau Sumatera Bersama MAXI Tour Boemi Nusantara

Ia menjelaskan, ekosistem tersebut membuat serangan semakin mudah dilakukan, bahkan oleh pelaku dengan kemampuan teknis yang terbatas. Setelah data dicuri, informasi itu dapat dijual kembali atau digunakan untuk mengambil alih akun korban dan melakukan penipuan finansial.

Selain infostealer, phishing juga masih menjadi ancaman utama. Sepanjang 2025, situs palsu yang meniru toko online menjadi sasaran terbesar dalam serangan phishing finansial, dengan porsi 48,5 persen dari total serangan.

Adapun target perbankan menyusul sebesar 26,1 persen, sedangkan sistem pembayaran mencapai 25,5 persen. Menurut Kaspersky, penurunan phishing yang menargetkan bank menunjukkan bahwa sistem perbankan kini semakin sulit ditembus, sehingga pelaku beralih ke metode yang lebih mudah, seperti menipu pengguna lewat platform belanja online.

Kaspersky juga mencatat peningkatan serangan ke perangkat mobile. Di kawasan Asia Pasifik, serangan siber pada perangkat seluler naik hingga 132 persen sepanjang tahun. Secara umum, serangan malware finansial di PC justru menurun, sementara serangan mobile meningkat 1,5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Perubahan ini sejalan dengan kebiasaan pengguna yang kini lebih banyak mengakses layanan keuangan melalui smartphone. Kondisi tersebut membuat ponsel menjadi target baru yang lebih menarik bagi para peretas untuk mencuri data login dan informasi keuangan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.
TAGS dark web, data login, infostealer, Kaspersky, keamanan siber, malware, phishing, rekening bank

Berita Terkait

BYD Atto 1 Hadir dengan Varian Baru, Harga Mulai Rp199 Juta Terpopuler: Yadea Siapkan Motor Listrik Jarak Jauh hingga BYD Atto 1 Varian Baru Eksplorasi Gerbang Pulau Sumatera Bersama MAXI Tour Boemi Nusantara Cara Isuzu Pangkas Konsumsi BBM Truk hingga Jutaan Rupiah Lewat Teknologi Common Rail Yadea Siapkan Peluncuran Motor Listrik Jarak Jauh untuk Pasar Indonesia Hyundai Dukung Insentif EV Berbaterai Nikel, Begini Respons HMID Harga Honda CBR250RR Mei 2026, Tersedia 6 Varian dengan Selisih Fitur dan Tenaga LHKPN Terbaru Rilis, Harta Prabowo Naik Jadi Rp 2,06 Triliun

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya
Gaya Hidup
Indonesia Gandeng Teknologi Korea untuk Perkuat Pertahanan Hadapi Ancaman Siber
Politik & Hukum
Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana, Berpotensi Dipakai untuk Kejahatan
Ekonomi & Bisnis
Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect
Teknologi & Otomotif
Turnamen Esports Berbasis Keamanan Siber Cyber Breaker 2026 Season 3 Resmi Diumumkan
Headline
Hacker Diduga Bobol Superkomputer China, 10 Petabyte Data Sensitif Dilaporkan Tercuri
Kriminal
Video Viral di Bali: Penyelidikan Kasus Konten Asusila Terungkap

Politik & Hukum

  1. 1May 17, 2026   0 CommentMantan Pimpinan KPK Nilai Vonis Banding Luhur Budi Djatmiko Keliru
  2. 2May 17, 2026   0 CommentKasat Narkoba Polres Kutai Kartanegara Diamankan Polda Kaltim Terkait Kasus Narkoba
  3. 3May 17, 2026   0 CommentProyek Coretax DJP Digugat ke KPPU karena Diduga Beraroma Monopoli
  4. 4May 17, 2026   0 CommentKPK Kantongi Identitas Pihak yang Diduga Mengganggu Penanganan Kasus Bea Cukai
  5. 5May 17, 2026   0 CommentKPK Soroti Lemahnya Integritas di Sektor Perpajakan
  6. 6May 14, 2026   0 CommentRieke Dorong Satu Data Indonesia untuk Sederhanakan Perizinan Investasi
  7. 7May 14, 2026   0 CommentSidang Muktamar PPP Ungkap Polemik Aklamasi Ketua Umum

Pendidikan & Sosial

Puluhan Medali Emas Diraih Siswa MIN1 Loteng, Kali Ini Sabet Juara Umum di Olimpiade APEIRON IIIBangunan SPPG di Riau Lebih Bagus dari Sekolah Dasar di Dekatnya, Viral di Media SosialKekerasan oleh Kepala Desa Terhadap Guru Agama, DPRD Loteng BeraksiGuru Agama Dianiaya Kepala Desa, Bikin Geram PGRIGMPRI Minta APH Audit Khusus SPPG yang Lapor Dua Warga di LotengPrabowo Tegaskan Komitmen Lanjutkan Program Makan Bergizi GratisGMPRI Desak Kejati NTB Audit Dana Pendidikan SMAN 1 JanapriaTindakan Kepolisian Menyelidiki Kasus Kematian Siswa SMAN 5 Bandung

© 2026 MediaHub Indonesia
National News & Insights