JK Diingatkan Jangan Jadi Martir Pemecah Belah Bangsa
MEDIAHUB.ID – Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terkait prediksi adanya chaos pada Juli-Agustus 2026 menuai respons dari berbagai pihak. Ucapan itu dinilai menimbulkan kegaduhan di tengah publik, terlebih setelah dikaitkan dengan isu-isu lain yang dianggap berpotensi memicu ketegangan politik.
Sekjen GibrabKu, Pangeran Mangkubumi, menyampaikan keprihatinannya atas pernyataan JK. Menurut dia, sebagai negarawan sekaligus mantan wakil presiden dua periode, JK seharusnya memberi contoh yang menenangkan dan memperkuat persatuan bangsa.
“Harusnya Pak JK menjadi bagian dari rantai penguat soliditas keutuhan bangsa, bukan justru menjadi martir untuk memecah belah bangsa lewat narasi provokatif, pesimistis dan sangat tendensius,” ujar Pangeran dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Ia juga menyayangkan jika warisan positif yang pernah ditinggalkan JK justru ternodai oleh pernyataan yang dinilai dapat mendelegitimasi pemerintahan yang sah secara konstitusional.
“Saya percaya Pak JK pernah melakukan kebaikan untuk bangsa dan negara ini, namun sangat disayangkan bila kemudian hari ini beliau justru seolah ingin merusak apa yang sudah dibangunnya sendiri,” katanya.
Pangeran menilai, prediksi soal kemungkinan chaos pada Juli-Agustus 2026 seolah menggambarkan situasi yang sudah terjadwal dan terorganisir. Menurut dia, hal itu berbahaya jika terus disampaikan ke ruang publik.
Sebelumnya, JK menjadi sorotan setelah menyampaikan pandangan bahwa harga BBM harus naik dan memprediksi akan terjadi chaos pada Juli-Agustus 2026. Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik di publik.
Sumber: RMOL
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
