Duet 5G dan AI Jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Digital Menuju Indonesia Emas 2045

29 Apr 2026 • 23:55 iMedia

MEDIAHUB.ID – Integrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dengan jaringan 5G dinilai menjadi fondasi penting dalam percepatan digitalisasi nasional dan penguatan daya saing Indonesia di tingkat global.

Pemanfaatan AI yang semakin meluas membutuhkan infrastruktur dengan latensi rendah dan kapasitas data besar. Dalam konteks itu, 5G disebut memegang peran penting untuk menopang kebutuhan konektivitas yang terus meningkat.

Co-founder IndoTelko Group, Setia Gunawan, menilai lambatnya pembangunan infrastruktur digital dapat menghambat laju inovasi. Ia menyebut, tanpa dukungan konektivitas 5G yang kuat, Indonesia berisiko tertinggal dalam memaksimalkan peluang dari perkembangan AI.

“Permintaan terhadap AI meningkat sangat cepat, dan tanpa dukungan konektivitas 5G yang kuat, Indonesia berisiko tertinggal dalam memanfaatkan peluang ini,” ujar Setia dalam IndoTelko Forum 2026 di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Dari sisi ekonomi, penerapan 5G diproyeksikan memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan nasional. President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menyebut teknologi ini berpotensi menyumbang hingga 41 miliar dolar AS atau sekitar Rp660 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada periode 2024 hingga 2030.

Kontribusi tersebut diperkirakan muncul dari berbagai inovasi yang lahir di atas platform 5G, termasuk penerapannya di sektor industri, kesehatan, dan pendidikan. Nora juga menilai transisi menuju jaringan 5G Standalone (SA) penting untuk mendukung beban kerja AI yang semakin kompleks.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan komitmennya untuk menyiapkan regulasi yang adaptif. Arah kebijakan itu mencakup optimalisasi spektrum, penguatan tata kelola infrastruktur digital, serta perlindungan data pribadi.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan pemerintah ingin memastikan kebijakan yang disusun tidak hanya menjaga tata kelola, tetapi juga mendorong inovasi dan investasi.

“Pemerintah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang tidak hanya menjaga tata kelola, tapi juga mendorong inovasi dan investasi. Transformasi digital membutuhkan kerangka kebijakan dan regulasi yang adaptif,” kata Wayan.

Integrasi 5G dan AI kini dipandang sebagai mesin pertumbuhan baru yang dapat mempercepat ekonomi digital nasional, sekaligus menjadi penopang penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya