Bursa Eropa Melemah Tipis, Industri Penerbangan Tertekan Lonjakan Biaya Avtur
MEDIAHUB.ID – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis, 16 April 2026 waktu setempat, atau Jumat dini hari WIB, di tengah tekanan dari lonjakan harga energi dan biaya bahan bakar pesawat.
Mengutip Reuters, indeks acuan STOXX 600 berakhir turun tipis 0,05 persen atau 0,32 poin ke level 616,95. Meski demikian, sejumlah bursa utama masih mencatat penguatan. DAX Jerman naik 0,36 persen ke 24.154,47, sedangkan FTSE 100 Inggris menguat 0,29 persen ke 10.589,99. Sebaliknya, CAC Prancis terkoreksi 0,14 persen ke 8.262,70.
Sentimen pasar di Jerman ikut tertekan setelah pemerintah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi separuh dari perkiraan awal, sekaligus menurunkan estimasi untuk 2027. Di saat yang sama, proyeksi inflasi justru direvisi naik seiring kenaikan harga minyak mentah.
Walau STOXX 600 nyaris kembali ke level sebelum konflik, pasar masih dibayangi kekhawatiran terhadap mahalnya energi bagi perekonomian Eropa yang bergantung pada impor.
Dari sisi sektoral, saham teknologi menjadi penopang utama dengan kenaikan 1,5 persen, disusul sektor energi yang naik 0,7 persen. Saham perangkat lunak tampil kuat, dipimpin SAP Jerman yang melonjak 3,5 persen. Dassault Systemes dan Capgemini juga menguat lebih dari 2,5 persen.
Namun, penguatan tersebut tertahan oleh pelemahan sektor keuangan yang turun 1 persen serta sektor pertahanan yang ambles 1,8 persen. Saham Safran dan Rolls-Royce tercatat mengalami koreksi signifikan.
Sektor perjalanan dan rekreasi turut tertekan akibat biaya bahan bakar jet yang tinggi. Saham Ryanair anjlok 6,4 persen, Lufthansa turun 3,4 persen setelah memangkas jadwal penerbangan, sementara EasyJet melemah 5 persen karena perlambatan pemesanan tiket.
Di jajaran saham individual, produsen cokelat Barry Callebaut merosot 15,6 persen setelah menurunkan target laba operasional tahunannya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
