Apa Itu Termul? Istilah yang Muncul saat Jusuf Kalla Menyinggung Perannya dalam Karier Politik Jokowi
MEDIAHUB.ID – Istilah Termul kembali menjadi sorotan setelah Jusuf Kalla membantah tudingan bahwa dirinya mendanai kasus ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, senilai Rp5 miliar.
Dalam pernyataannya, JK juga menyinggung perannya dalam perjalanan politik Jokowi. Ia mengklaim sebagai salah satu sosok yang membantu Jokowi melangkah dari Wali Kota Solo hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta, sebelum akhirnya terpilih sebagai presiden.
JK menyampaikan hal itu dalam jumpa pers untuk menanggapi tuduhan yang dilontarkan Rismon Sianipar. Pernyataannya kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan membuat namanya masuk jajaran trending di X regional Indonesia pada 19 April 2026.
Berdasarkan pantauan Trends24.in, nama Jusuf Kalla disebut masuk tiga besar topik terpopuler. Salah satu video yang turut memviralkan pernyataan tersebut diunggah akun @fakta.indo dan memicu beragam tanggapan warganet.
Dalam pernyataannya, JK menegaskan bahwa dirinya berperan mengenalkan Jokowi kepada Ketua Umum PDI Perjuangan saat itu, Megawati Soekarnoputri. Ia juga menyebut dirinya ikut mendorong Jokowi maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta.
“Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya. Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dulu untuk jadi gubernur. Saya bawa. Saya ke Ibu Mega, ‘Ibu ini calon orang PDIP’, ‘Ah jangan’. Besok saya datang lagi. Akhirnya beliau setuju, jadilah gubernur,” kata Jusuf Kalla, Sabtu (18/4/2026).
Istilah Termul sendiri merujuk pada sebutan bagi pendukung setia atau loyalis Presiden Jokowi. Dalam penjelasan yang beredar, kata itu kerap dikaitkan dengan singkatan “Ternak Mulyono” atau “Terlalu Mulyono”. Mulyono diketahui sebagai nama masa kecil Joko Widodo.
Nama Mulyono disebut diberikan oleh orang tuanya saat lahir pada 21 Juni 1961. Namun, namanya kemudian diubah menjadi Joko Widodo karena ia kerap sakit-sakitan ketika masih kecil.
Istilah Termul mulai banyak digunakan warganet sejak Agustus 2025, terutama saat gelombang demonstrasi besar berlangsung. Sebutan itu juga sempat ramai bersama istilah Fufufafa yang lebih dulu viral pada 2024 dalam perbincangan publik di media sosial.
Dalam sejumlah unggahan, warganet kerap menggunakan istilah tersebut untuk merujuk pada pendukung Jokowi dan membahas dinamika politik yang terus berkembang di ruang digital.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
