AS Tuding Tiongkok Intimidasi Negara Afrika demi Hadang Lawatan Presiden Taiwan

24 Apr 2026 • 00:53 iMedia

MEDIAHUB.ID – Amerika Serikat menuding Tiongkok menjalankan kampanye intimidasi terhadap sejumlah negara di Afrika untuk menghalangi lawatan Presiden Taiwan, Lai Ching-te, ke Eswatini.

Kontroversi ini muncul setelah pemerintah Taiwan mengumumkan penundaan kunjungan resmi Lai ke Eswatini, satu-satunya sekutu diplomatik Taipei di Afrika. Penundaan terjadi setelah Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar secara mendadak mencabut izin penerbangan charter yang telah disiapkan sebelumnya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya prihatin atas laporan pencabutan izin tersebut. Washington menilai keputusan itu bukan langkah independen, melainkan akibat tekanan dari Beijing.

“Kami prihatin dengan laporan bahwa beberapa negara mencabut izin penerbangan untuk mencegah presiden Taiwan mengunjungi Eswatini,” kata juru bicara itu, dikutip AFP, Kamis, 23 April 2026.

Ia menambahkan bahwa negara-negara tersebut bertindak atas perintah Tiongkok dan mencampuri keselamatan serta martabat perjalanan rutin pejabat Taiwan. Menurut Washington, hal itu merupakan bagian dari kampanye intimidasi Beijing terhadap Taiwan dan pihak-pihak yang mendukungnya.

Dari Taipei, Sekretaris Jenderal Presiden Pan Men-an juga menyampaikan dugaan serupa. Ia menyebut tekanan dari pihak Tiongkok, termasuk pemaksaan ekonomi, menjadi faktor utama yang memaksa jadwal kunjungan diubah.

Di sisi lain, pemerintah Tiongkok membantah keras tudingan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menyatakan pernyataan AS tidak berdasar.

“AS telah secara tidak bertanggung jawab mengkritik tindakan sah Tiongkok untuk melindungi kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya. Perilaku seperti itu merupakan distorsi fakta yang lengkap dan pengaburan antara benar dan salah,” ujarnya.

Di tengah saling tuding itu, ketegangan hubungan antara Washington, Beijing, dan Taipei kembali menguat. Amerika Serikat memang tidak secara resmi mengakui Taiwan, namun tetap menjadi mitra keamanan utama pulau tersebut. Sementara itu, Tiongkok terus menegaskan klaimnya atas Taiwan dan menolak segala bentuk hubungan resmi Taipei dengan negara lain.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya