Tren Mobil Listrik Dinilai Ancam Gelombang PHK di Industri Otomotif
MEDIAHUB.ID – Transisi ke kendaraan listrik dan otomasi dinilai membawa ancaman serius bagi industri otomotif di sejumlah negara, termasuk Thailand. Perubahan besar ini dikhawatirkan memicu pemutusan hubungan kerja dalam jumlah besar, bahkan mencapai satu juta pekerja.
IndustriALL Global Union mendesak perusahaan otomotif membuka dialog yang lebih inklusif dengan serikat pekerja untuk mencari jalan keluar bersama atas dampak transformasi industri tersebut.
Direktur Industri Otomotif dan Dirgantara IndustriALL Global Union, Georg Leutert, menegaskan bahwa ruang bagi pekerja untuk bersuara menjadi hal mendasar dalam menghadapi perubahan besar di sektor ini.
“Dari perspektif serikat pekerja, hal paling mendasar adalah adanya serikat itu sendiri. Perusahaan tidak boleh menutup ruang bagi pekerja untuk memiliki suara kolektif dan terlibat dalam dialog,” ujar Georg, dikutip Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, perusahaan juga memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga hubungan industrial yang sehat melalui komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan dengan pekerja.
“Harus ada pertukaran yang berkelanjutan antara manajemen dan pekerja untuk mencari solusi bersama. Selain itu, perusahaan juga harus melihat dampaknya terhadap masyarakat luas,” katanya.
Menurut Georg, dampak transisi industri ini sudah terlihat di berbagai negara maju. Jerman disebut kehilangan lebih dari 100.000 pekerja otomotif pada tahun lalu akibat pergeseran industri.
“Kami melihat lebih dari 100.000 pekerjaan otomotif hilang di Jerman tahun lalu. Tren ini juga terjadi di Amerika Serikat, Jepang, dan negara lainnya,” ujarnya.
Ia menilai, transformasi otomotif tidak cukup hanya direspons dengan pesangon, melainkan harus dikelola secara lebih inklusif agar kemajuan teknologi tidak meninggalkan jutaan pekerja dalam ketidakpastian ekonomi.
“Di masa transformasi seperti sekarang, yang paling penting adalah bagaimana perusahaan dan serikat pekerja menyepakati cara mengelola perubahan tanpa semua orang kehilangan pekerjaan,” pungkas Georg.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
