Komisi I DPR: Banyak Negara Barat Menanyakan Alasan Indonesia Bergabung ke BRICS
MEDIAHUB.ID – Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengungkapkan bahwa sejumlah perwakilan parlemen dari negara-negara Barat menanyakan langsung alasan Indonesia bergabung dengan BRICS.
Menurut Utut, pertanyaan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan lima delegasi parlemen dari berbagai negara, mulai dari Swedia, Amerika Serikat, Jerman, hingga Belanda.
"Kami kedatangan lima perwakilan parlemen negara besar. Pertama dari Riksdag Swedia, kemudian House of Representatives dan dua senator dari Amerika Serikat, dari parlemen Jerman (Bundestag), dan terakhir dari Tweede Kamer Belanda. Pertanyaannya sama, kenapa kita ke BRICS," kata Utut dalam seminar bertajuk Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Utut menjelaskan, langkah Indonesia mendekat ke Rusia dan China kerap dipandang negatif oleh Amerika Serikat dalam perspektif geopolitik. Ia menilai kondisi itu wajar terjadi ketika sebuah negara dinilai condong ke salah satu kutub kekuatan dunia.
"Biasanya, kalau kita sudah condong ke satu kutub, dalam hal ini Rusia dan Cina, kita tidak akan diterima oleh Amerika Serikat," ujarnya.
Dalam rangka menjaga keseimbangan diplomasi dan prinsip politik luar negeri bebas aktif, Utut mengaku telah menyampaikan usulan kepada Menteri Luar Negeri Sugiono agar dibentuk unit kerja khusus di Kementerian Luar Negeri.
"Saya sampaikan sebaiknya ada desk khusus di Kemlu untuk memastikan kita tidak seolah-olah menjadi satelit atau proksi mereka," katanya.
Meski demikian, Utut menilai Presiden Prabowo tetap mampu menjaga hubungan Indonesia dengan negara-negara Barat di tengah kedekatan Jakarta dengan Rusia dan China. Ia menduga langkah Indonesia masuk ke berbagai poros, termasuk Board of Peace (BoP), merupakan bagian dari strategi menjaga keseimbangan kekuatan.
"Kita masuk ke BOP. Dugaan saya, ini adalah Balance of Power," pungkasnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
