Pangi Syarwi Sindir Teddy Indra Wijaya soal Istilah Inflasi Pengamat
MEDIAHUB.ID – Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menanggapi pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya soal istilah inflasi pengamat yang sempat ramai dibicarakan publik.
Pangi menilai pernyataan Teddy itu ikut menyentuh dirinya, mengingat selama ini ia kerap mengkritisi kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto. Ia menegaskan sudah lama berkecimpung sebagai pengamat politik dan memiliki latar belakang akademik yang sesuai.
“Saya kan sudah 17 tahun jadi pengamat. Ya kalau misalnya Teddy bilang inflasi pengamat, saya rasa, saya tidak inflasi. Karena ya background saya S1 politik, S2 politik, S3 politik ya. Kemudian jadi pengamat (politik) hampir 17 tahun. Jadi artinya saya ngomong sesuai dengan background saya,” ujar Pangi, dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu, 15 April 2026.
CEO sekaligus pendiri Voxpol Center Research and Consulting itu menilai, kritik Teddy lebih ditujukan kepada sejumlah pengamat yang berbicara di luar bidang keahliannya dan tidak berbasis data.
“Kan yang dikritik Teddy itu kan banyak pengamat yang inflasi itu, ya datanya salah, ngomong tidak sesuai dengan bidang keilmuan. Nah akhirnya dilempar sama publik lagi, ‘menteri lu bukan the right men in the right place nih’, gitu. Artinya banyak juga menteri tidak sesuai bidang gitu, jangan hanya pengamat saja,” tegasnya.
Meski begitu, Pangi mengaku sepakat bahwa pengamat semestinya berbicara sesuai dengan keahlian dan bidang kajian masing-masing. Ia juga menilai prinsip yang sama harus berlaku bagi pejabat negara.
“Tapi saya mendukung juga memang pengamat harus sesuai dengan bidang juga, supaya ngomongnya sesuai dengan keahlian. Tapi menteri (yang lebih penting) juga harus sesuai dengan keahlian,” pungkasnya.
Sebelumnya, Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai inflasi pengamat dalam konferensi pers di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 10 April 2026. Ia menilai semakin banyak pihak yang memberikan pandangan di luar bidang keahlian, sehingga berpotensi menimbulkan distorsi informasi di ruang publik.
“Sekarang ini ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi banyak sekali pengamat, oke,” ujar Teddy.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
