Intip Saham Pendulang Cuan di Tengah Pelemahan Rupiah
MEDIAHUB.ID – Pelemahan rupiah masih menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memicu arus keluar dana asing. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah saham dinilai masih memiliki peluang menguat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (10/4) lalu ditutup menguat 150,90 poin atau 2,07 persen ke level 7.458. Sepanjang pekan, IHSG menguat dalam tiga hari perdagangan dan hanya terkoreksi pada dua sesi lainnya. Secara kumulatif, IHSG tercatat naik 6,14 persen dalam sepekan.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan perdagangan saham pada periode 6-10 April 2026 ditutup positif. Kapitalisasi pasar bursa naik 7,18 persen dari Rp12.305 triliun menjadi Rp13.189 triliun.
Rata-rata volume transaksi harian juga meningkat 24,81 persen dari 25,87 miliar menjadi 32,28 miliar lembar saham. Adapun rata-rata nilai transaksi harian naik 17,26 persen menjadi Rp17,32 triliun, sementara frekuensi transaksi harian bertambah 15,05 persen menjadi 2,05 juta kali transaksi.
Di sisi investor asing, pada Jumat lalu tercatat beli bersih Rp193,87 miliar. Namun secara वर्ष berjalan, asing masih membukukan jual bersih Rp37,14 triliun.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan IHSG pada awal pekan depan bergerak mixed, tetapi cenderung menguat dalam rentang support 7.330 dan resistance 7.626.
Menurutnya, pasar akan dipengaruhi perkembangan negosiasi di Timur Tengah yang berpotensi meredakan risiko geopolitik dan menekan harga minyak dunia. Sentimen tersebut dinilai bisa direspons positif oleh pasar.
Namun, pelemahan rupiah yang sempat menyentuh Rp17.100 per dolar AS tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai karena berpotensi mendorong capital outflow. Dalam sepekan terakhir, arus keluar dana asing tercatat mencapai Rp3,31 triliun di seluruh perdagangan.
Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ditutup menguat 3,35 persen ke level 3.390 pada pekan lalu, dengan target pergerakan di 3.560.
Ia juga mencermati saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang menguat 7,36 persen ke posisi 875, dengan proyeksi bergerak ke level 990.
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support di 7.207 dan resistance di 7.699.
Herditya mengatakan pasar masih menunggu perkembangan geopolitik Timur Tengah, pergerakan harga minyak, serta rilis data neraca dagang China, Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat, dan penjualan ritel Indonesia.
Ia merekomendasikan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang pekan lalu naik 1,40 persen ke 5.425, dengan target pergerakan ke 6.300.
Selain itu, saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) yang menguat 6,59 persen ke 356 juga masuk pantauan, dengan target 428. Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) yang naik 2,38 persen ke 5.375 turut direkomendasikan dengan target 6.200.
Catatan redaksi: Berita ini tidak bertujuan merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
