Premi Risiko Mereda, Harga Minyak Dunia Anjlok

05 Jun 2026 • 02:31 iMedia

Harga minyak dunia turun tajam pada akhir perdagangan Kamis, 4 Mei 2026, waktu setempat, seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah.

Berkurangnya risiko gangguan pasokan energi membuat investor melepas posisi beli yang sebelumnya ditopang sentimen geopolitik.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), acuan di Amerika Serikat, ditutup melemah 3,1 persen ke level 93,04 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent yang menjadi patokan global turun 2,8 persen menjadi 95,03 dolar AS per barel.

Tekanan terhadap harga minyak muncul setelah laporan menyebut Presiden AS Donald Trump enggan melanjutkan perang skala penuh dengan Iran, meski bentrokan sporadis masih berlangsung. Sikap itu dinilai menurunkan risiko gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Sentimen pasar juga membaik setelah Israel dan Lebanon mencapai kesepakatan gencatan senjata. Langkah ini dipandang dapat membuka ruang bagi kemajuan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.

Di sisi lain, Dewan Perwakilan Rakyat AS mengesahkan resolusi yang mendesak Trump menarik pasukan AS atau memperoleh persetujuan Kongres jika ingin melanjutkan keterlibatan militer dalam konflik tersebut. Kebijakan ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa ketegangan geopolitik tidak akan berkembang menjadi perang yang lebih luas.

Meredanya risiko geopolitik membuat premi risiko yang sebelumnya menopang harga minyak ikut berkurang. Kondisi tersebut memicu aksi ambil untung investor dan mendorong harga minyak dunia terkoreksi cukup dalam.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya