Sudahi Konflik, NU Diajak Kembali Solid Lewat Silaturahmi di DIY

19 Apr 2026 • 18:15 iMedia

MEDIAHUB.ID – Suasana hangat mewarnai silaturahmi PWNU dan PCNU se-DIY bersama KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam di Aula PWNU DIY. Pertemuan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan untuk mengakhiri konflik di tubuh Nahdlatul Ulama.

Dalam forum itu, Gus Salam yang merupakan cucu pendiri NU KH Bishri Syansuri memaparkan gagasan tentang masa depan NU. Ia menekankan pentingnya rekonsiliasi menyeluruh di tubuh jam’iyyah agar persatuan organisasi dapat kembali terjaga.

“Saya datang jelang waktu Isya disambut Kiai Mukhtar, kemudian disusul pengurus yang lain. Dan alhamdulillah, sebelum acara dimulai Masyayikh Ploso dan Lirboyo, Kediri bisa ngobrol gayeng dengan pengurus,” kata Gus Salam, dikutip Minggu, 19 April 2026.

Berbagai isu turut dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari persoalan ideologis hingga teknis organisasi. Seluruhnya dibicarakan bersama pengurus PWNU dan PCNU se-DIY dalam suasana terbuka.

Gus Salam mengatakan, rekonsiliasi harus dijalankan dengan memulihkan hubungan seluruh unsur di lingkungan Nahdlatul Ulama. Menurut dia, persatuan hanya bisa dibangun kembali jika semua pihak bersedia menyingkirkan ego pribadi maupun kelompok.

“Rekonsiliasi dijalankan dengan memulihkan hubungan semua unsur di jam’iyyah Nahdlatul Ulama demi menjaga persatuan. Dan persatuan itu bisa dibangun kembali bila semuanya dengan penuh kesadaran bisa mengabaikan ego pribadi dan kelompok serta perbedaan-perbedaan yang membatasi untuk bisa bersatu,” ujarnya.

Ia menegaskan, kunci untuk mengembalikan kekuatan Nahdlatul Ulama terletak pada kebersamaan seluruh elemen. Dengan persatuan, NU diyakini dapat kembali merajut langkah untuk memulihkan marwah, wibawa, dan khidmah perjuangan di tengah masyarakat, sesuai garis perjuangan para muassis dan pendahulu.

Gus Salam juga menyinggung pentingnya meneladani wasiat KH Ali Maksum yang telah lama dikenal di kalangan nahdliyin. Menurutnya, wasiat itu mencerminkan nilai-nilai utama NU, yakni ruhul ma’had, ruhul jihad, dan ruhul khidmah demi kemaslahatan umat.

Ketua rombongan, KH M. Makmun Mahfudz yang juga dzurriyah PP Al-Falah Ploso sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Kediri, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat PWNU DIY. Ia juga memperkenalkan Gus Salam sebagai cucu pendiri NU KH Bishri Syansuri serta bagian dari keluarga besar PP Al-Falah Ploso dan PP Lirboyo Kediri.

Gus Makmun menambahkan, silaturahmi ini juga menjadi bagian dari ikhtiar Gus Salam yang tengah maju sebagai kandidat Ketua Umum PBNU dalam muktamar mendatang.

Dialog hangat tersebut ditutup dengan pesan reflektif dari Rais PWNU DIY, KH Mas’ud Masduki. Ia mengajak seluruh elemen NU untuk segera mengakhiri ketegangan yang terjadi dan menggantinya dengan semangat kebersamaan.

Menurutnya, langkah terbaik ke depan adalah saling merangkul dalam bingkai khidmah yang konsisten dan penuh keikhlasan demi kemaslahatan NU.

“Kita di NU sudah lama berkonflik, kemudian terjadi ishlah. Kini, saatnya bersalam-salaman,” pungkas Kiai Mas’ud.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya