Parlemen Iran Tak Percaya AS dan Siap Hadapi Eskalasi di Tengah Dialog
MEDIAHUB.ID – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan negaranya tetap membuka jalur negosiasi, namun tidak percaya kepada Amerika Serikat dan siap menghadapi kemungkinan eskalasi.
“Kami tetap bernegosiasi, tetapi juga siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Kami tidak mempercayai musuh (AS),” kata Ghalibaf dikutip dari TRT World, Senin, 20 April 2026.
Ghalibaf menyebut Iran telah mengambil pelajaran dari perang singkat selama 12 hari pada Juni lalu dan kini berada dalam kesiapan penuh jika terjadi konfrontasi lanjutan. Ia juga menuduh konflik antara Iran, AS, dan Israel tidak lepas dari tipu daya Washington di tengah proses negosiasi.
Pernyataan itu disampaikan setelah Komando Pusat Militer AS atau CENTCOM mengonfirmasi pasukan angkatan lautnya mencegat dan melumpuhkan kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman.
Dalam unggahan di platform X, CENTCOM menyebut kapal tersebut tengah berupaya berlayar menuju pelabuhan di Iran saat operasi blokade laut diberlakukan pasukan AS di kawasan Laut Arab.
Di sisi lain, markas militer Khatam al-Anbiya Iran juga mengonfirmasi adanya serangan terhadap kapal tersebut. Teheran pun berjanji akan segera membalas insiden yang mereka sebut sebagai pembajakan maritim.
Secara terpisah, Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref memperingatkan keamanan di Selat Hormuz tidak dapat dijamin jika ekspor minyak Iran terus dibatasi.
“Tidak ada pihak yang bisa membatasi ekspor minyak Iran sambil berharap keamanan bebas bagi pihak lain. Keamanan Selat Hormuz tidak gratis,” ujar Aref melalui platform X.
Ia menambahkan, dunia kini dihadapkan pada dua pilihan, yakni pasar minyak bebas untuk semua pihak atau konsekuensi biaya besar bagi seluruh negara. Menurut dia, stabilitas harga energi global sangat bergantung pada dihentikannya tekanan ekonomi dan militer terhadap Iran serta sekutunya secara permanen.
AS dan Israel sebelumnya melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan itu dibalas Teheran ke Israel dan sejumlah negara kawasan yang menjadi lokasi aset militer AS.
Konflik tersebut sempat mereda setelah gencatan senjata dua pekan diberlakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Pembicaraan antara AS dan Iran juga telah digelar di Pakistan awal bulan ini untuk mendorong perdamaian jangka panjang, dan upaya melanjutkan negosiasi di Islamabad masih berlangsung.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
