Bakal Jadi Pegawai BUMN, Ini Perkiraan Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Menurut Zulkifli Hasan
MEDIAHUB.ID – Program Koperasi Merah Putih menjadi salah satu peluang kerja yang menarik perhatian pencari kerja, termasuk lulusan baru yang ingin berkarier di sektor koperasi dan ekonomi kerakyatan. Selain membuka kesempatan kerja, program ini juga dikaitkan dengan ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Lalu, berapa gaji manajer Koperasi Merah Putih? Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan angka resmi untuk posisi tersebut. Namun, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberi gambaran bahwa skema pengupahan akan disesuaikan dengan latar belakang pendidikan calon pekerja.
Menurut Zulkifli Hasan, lulusan dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi berpotensi memperoleh gaji lebih besar. Skema itu dinilai lebih fleksibel karena mempertimbangkan kompetensi dan kualifikasi pelamar.
"Kan ada D3, D4, S1, entar lah ya. Gajinya bisa diikutin, bisa diikutin," ujar Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, 15 April 2026.
Meski belum ada kepastian untuk gaji manajer, gambaran kisaran penghasilan dalam program ini bisa dilihat dari posisi lain. Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR pada 8 September 2025, Menteri Koperasi Ferry Juliantoro menyebut Kementerian Koperasi menyiapkan anggaran Rp156 miliar untuk membayar 8.000 tenaga pendamping.
Tenaga pendamping itu menerima gaji sekitar Rp6,5 juta per bulan dan bertugas membantu operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah. Sementara itu, asisten bisnis yang terlibat dalam program tersebut disebut memperoleh gaji Rp7,5 juta per bulan.
Dengan demikian, besaran gaji manajer Koperasi Merah Putih masih menunggu pengumuman resmi pemerintah. Namun, dari penjelasan yang ada, besaran upah diperkirakan akan mengikuti jenjang pendidikan dan peran masing-masing dalam struktur program.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
