Cek 7 Tanda Daycare yang Aman bagi Bayi agar Orang Tua Lebih Tenang

26 Apr 2026 • 23:31 iMedia

MEDIAHUB.ID – Kasus dugaan kekerasan di sebuah daycare membuat banyak orang tua semakin berhati-hati dalam memilih tempat penitipan anak. Dalam penyelidikan yang disebutkan, sedikitnya 53 anak menjadi korban, dengan sejumlah bentuk kekerasan di antaranya kaki dan tangan diikat hingga bayi ditidurkan di lantai.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa memilih daycare tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Orang tua perlu menilai secara cermat berbagai aspek sebelum menitipkan bayi, agar risiko pengabaian maupun kekerasan dapat diminimalkan.

Berikut sejumlah tanda daycare yang aman bagi bayi:

1. Memiliki izin resmi

Daycare yang terpercaya umumnya mengantongi izin operasional dari dinas terkait. Legalitas ini menunjukkan bahwa tempat tersebut telah memenuhi standar minimum, mulai dari fasilitas, keamanan, hingga tenaga pengasuh.

Orang tua sebaiknya tidak ragu meminta dokumen perizinan atau sertifikasi yang dimiliki. Jika pengelola terkesan enggan menunjukkan, itu bisa menjadi tanda untuk mempertimbangkan opsi lain.

2. Rasio pengasuh dan bayi seimbang

Untuk bayi usia 0–24 bulan, rasio pengasuh menjadi faktor penting. Idealnya, satu pengasuh hanya menangani dua hingga empat bayi, tergantung usia dan kebutuhan masing-masing anak.

Jika jumlah bayi terlalu banyak dibandingkan pengasuh, potensi pengabaian meningkat karena tenaga pengasuh bisa kewalahan.

3. Pengasuh memiliki latar belakang dan pelatihan memadai

Pengasuh bukan hanya bertugas menjaga anak, tetapi juga perlu memahami dasar perawatan bayi, seperti cara menggendong, memberi makan, hingga menangani keadaan darurat.

Orang tua dapat menanyakan pengalaman kerja pengasuh, pelatihan yang pernah diikuti, termasuk pertolongan pertama atau bidang pengasuhan anak. Pengasuh yang terlatih umumnya lebih sabar dan memahami cara menangani bayi tanpa kekerasan.

4. Fasilitas bersih dan aman

Lingkungan daycare perlu bersih, aman, dan ramah bayi. Lantai sebaiknya dilapisi bahan yang aman, sudut ruangan tidak tajam, dan mainan dalam kondisi layak pakai serta higienis.

Area tidur bayi juga perlu diperhatikan. Bayi seharusnya memiliki tempat tidur yang layak, bukan ditidurkan sembarangan di lantai tanpa alas yang memadai.

5. Transparan terhadap orang tua

Daycare yang baik biasanya terbuka terhadap kunjungan orang tua dan tidak menutup akses pemantauan. Sebagian bahkan menyediakan CCTV atau laporan harian mengenai aktivitas anak.

Jika orang tua dibatasi untuk melihat kondisi di dalam daycare, hal itu patut diwaspadai. Transparansi penting agar orang tua dapat memantau keamanan dan perkembangan anak.

6. Cara berinteraksi pengasuh terlihat lembut

Saat melakukan survei, orang tua sebaiknya mengamati langsung bagaimana pengasuh memperlakukan bayi. Apakah mereka sabar, lembut, dan responsif saat anak menangis?

Interaksi ini sering menjadi indikator penting. Daycare dengan pengasuh yang mudah marah, membentak, atau terlihat kasar sebaiknya dihindari sejak awal.

7. Memiliki prosedur keamanan yang jelas

Selain fasilitas dan pengasuh, daycare yang aman juga biasanya punya prosedur keamanan yang tertata, mulai dari penerimaan dan penjemputan anak, pencatatan aktivitas harian, hingga penanganan kondisi darurat.

Orang tua dapat menanyakan alur operasional tersebut sebelum memutuskan mendaftar. Daycare yang profesional umumnya mampu menjelaskan prosedurnya secara terbuka dan rinci.

Memilih daycare untuk bayi memang membutuhkan ketelitian lebih. Dengan memperhatikan aspek legalitas, rasio pengasuh, kualitas tenaga pengasuh, kondisi fasilitas, hingga transparansi pengelolaan, orang tua bisa mengurangi risiko dan memberi perlindungan lebih baik bagi anak.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya