Silent Book Club: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri

27 Apr 2026 • 22:27 iMedia

MEDIAHUB.ID – Jakarta memang tak pernah benar-benar tidur. Di tengah hiruk-pikuk kota, sebagian orang justru mencari ruang tenang untuk membaca tanpa harus banyak berbincang. Dari kebutuhan itulah konsep Silent Book Club terasa relevan: hadir bersama, namun tetap memberi ruang untuk diri sendiri.

Pengalaman serupa dirasakan dalam sebuah perjalanan menuju Tugu Tani. Di dalam bus, percakapan ringan antara dua penumpang menciptakan suasana hangat yang membuat situasi terasa lebih akrab, meski hanya sebagai pendengar. Momen sederhana itu menunjukkan bahwa rasa ditemani tak selalu hadir lewat obrolan panjang.

Gagasan serupa juga menjadi dasar lahirnya komunitas baca bareng yang digagas Hestia. Ia mengaku ingin memiliki teman untuk membaca tanpa harus berdiskusi. Keinginan sederhana itu kemudian berkembang menjadi ruang pertemuan bagi orang-orang yang datang dengan buku masing-masing, duduk berdampingan, dan membaca bersama tanpa tuntutan formalitas.

Menurut Hestia, ide tersebut bermula dari kebiasaannya saat masih memiliki pasangan. Keduanya kerap menghabiskan waktu bersama, meski dengan kegiatan berbeda. Setelah hubungan itu berakhir, ia menyadari bahwa yang paling ia rindukan bukan percakapan, melainkan teman untuk duduk membaca bersama.

Selain itu, kecintaan Hestia pada buku tumbuh sejak kecil. Ia bercerita berasal dari keluarga yang gemar membaca, dengan kebiasaan membaca selepas Maghrib saat tinggal di Surabaya. Orang tuanya tidak hanya menyuruh anak-anak membaca, tetapi juga memberi contoh melalui kebiasaan membaca koran, tabloid, dan majalah.

Ketika merantau dan hidup mandiri di Jakarta, Hestia menemukan referensi tentang Silent Book Club dari media Amerika Serikat. Konsepnya sederhana: dua jam membaca bersama tanpa diskusi, tanpa perkenalan, dan setiap peserta membawa bacaan masing-masing. Bagi Hestia, format itu terasa pas karena memberi kesempatan untuk ditemani tanpa kehilangan ruang personal.

Di tengah kota yang serba cepat, Silent Book Club menjadi pengingat bahwa kebersamaan tidak selalu berarti harus ramai. Kadang, cukup hadir di ruang yang sama, tenggelam dalam bacaan masing-masing, dan tetap merasa tidak sendiri.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya