Hizbullah Bantah Terlibat Serangan terhadap Pasukan Perdamaian Prancis di Lebanon

19 Apr 2026 • 17:54 iMedia

MEDIAHUB.ID – Kelompok bersenjata Hizbullah membantah terlibat dalam insiden serangan yang menewaskan satu tentara UNIFIL asal Prancis dan melukai tiga lainnya di Lebanon selatan.

Dalam pernyataan resminya, Hizbullah meminta semua pihak tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan sebelum fakta dan kronologi kejadian terungkap secara utuh.

“Hizbullah menekankan pentingnya untuk menghindari kesimpulan dan tuduhan yang terburu-buru sebelum seluruh fakta dan kronologi peristiwa terungkap secara jelas,” demikian pernyataan Hizbullah, dikutip dari Middle East Monitor, Minggu, 19 April 2026.

Hizbullah juga menyoroti pentingnya koordinasi antara warga lokal, pasukan UNIFIL, dan militer Lebanon, terutama di tengah situasi yang dinilai sensitif.

Kelompok itu mengaku heran atas tuduhan yang langsung diarahkan kepada mereka. Hizbullah pun menyindir pihak-pihak yang dinilai tetap diam saat serangan Israel terhadap pasukan UNIFIL terjadi bulan lalu.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengonfirmasi bahwa satu tentaranya tewas dalam insiden tersebut.

“Sersan Mayor Florian Montorio dari Resimen Zeni Parasut ke-17 di Montauban tewas pagi ini di Lebanon selatan selama serangan terhadap UNIFIL,” kata Macron.

Macron bahkan menyebut seluruh indikasi mengarah pada keterlibatan Hizbullah dalam serangan itu.

Di sisi lain, pasukan penjaga perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), menyatakan telah memulai proses penyelidikan atas peristiwa tersebut.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya