Muscab PKB Jakarta Timur Jadi Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kinerja Pemprov DKI

19 Apr 2026 • 05:49 iMedia

MEDIAHUB.ID – Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Jakarta Timur menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus ruang menyampaikan kritik terhadap kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kegiatan yang digelar di Fave Hotel, Cililitan, Sabtu, 18 April 2026, dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua DPW PKB Jakarta H. Hasbiallah Ilyas, Sekwil DPW PKB Jakarta H. Mohammad Fauzi, Wakil Ketua DPP PKB Dita Indah Sari, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Ketua DPC PKB Jakarta Timur M. Fuadi Luthfi menyampaikan bahwa Jakarta membutuhkan pemerintah yang lebih sigap, cepat tanggap, dan responsif terhadap keluhan warga.

Menurut Fuadi, Muscab bukan sekadar agenda rutin partai, melainkan momentum untuk menyusun arah politik Jakarta yang lebih solutif. Ia juga menilai masih banyak persoalan di ibu kota yang harus dibenahi secara menyeluruh.

“PR Pemprov DKI masih sangat kompleks. Mulai dari sampah, kemacetan, kemiskinan, hingga infrastruktur. Semua harus diselesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tegas Fuadi.

Sebagai anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Fuadi mengaku kerap menerima laporan langsung dari masyarakat terkait berbagai persoalan di lapangan, mulai dari jalan berlubang, saluran air mampet, hingga pohon rindang yang berpotensi tumbang.

Ia menyoroti lambatnya penanganan sejumlah laporan warga akibat kendala birokrasi. Bahkan, menurut dia, ada kasus penopingan pohon yang harus menunggu hingga tiga minggu karena keterbatasan alat.

“Ada yang harus menunggu sampai tiga minggu hanya untuk penanganan penopingan pohon, dengan alasan alat terbatas,” ujarnya.

Atas kondisi itu, Fuadi mendesak Pemprov DKI menambah armada penopingan pohon demi mengantisipasi risiko saat musim hujan.

Di hadapan Rano Karno yang juga kader PDIP, Fuadi turut menyinggung hubungan historis antara PKB dan PDIP. Ia menyebut PKB sebagai representasi kaum santri, sementara PDIP identik dengan kaum abangan.

“Dua kekuatan ini kalau disatukan, bisa jadi solusi besar untuk Jakarta,” katanya.

Fuadi juga menilai capaian PKB pada Pemilu 2024 menjadi titik balik kebangkitan partai di Jakarta. Saat ini, PKB disebut telah meraih 10 kursi di DPRD DKI Jakarta, jumlah terbanyak sepanjang sejarah partai di ibu kota.

“Ke depan, target kita jelas: naik dua kali lipat,” ujar Fuadi optimistis.

Di Jakarta Timur, PKB memiliki tiga anggota legislatif yang diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan Pemprov DKI Jakarta.

Meski menyampaikan kritik, Fuadi menegaskan PKB tetap berkomitmen mendukung program strategis Pemprov DKI Jakarta. Ia mengatakan sikap kritis tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong percepatan solusi bagi masyarakat.

“Pengabdian PKB itu serius. Tapi jangan lupa, meninggalkan PKB berarti meninggalkan sejarah,” pungkasnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya