Anwar Usman: Putusan MK 90 Bukan untuk Gibran, Melainkan untuk Anak Muda

15 Apr 2026 • 04:19 iMedia

MEDIAHUB.ID – Mantan Hakim Konstitusi Anwar Usman angkat bicara terkait Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang sempat menuai polemik dalam kontestasi Pilpres 2024.

Ia menegaskan, putusan tersebut bukan merupakan “pintu” bagi keponakannya, Gibran Rakabuming Raka, untuk menjadi wakil presiden. Menurut Anwar, putusan itu justru ditujukan untuk memberi ruang bagi seluruh anak muda di Indonesia.

“Lho nggak, nggak, nggak, itu bukan pintu untuk Gibran. Untuk semua anak muda. Nah, itulah kesalahan persepsi,” kata Anwar kepada wartawan usai menjalani wisuda purnabakti di Gedung MK, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Anwar menyebut putusan tersebut dijatuhkan atas dasar keyakinannya terhadap kebenaran dan keadilan yang diyakininya sebagai amanah Allah. Ia juga membantah adanya konflik kepentingan dalam pengambilan putusan itu.

“Simak juga wawancara Prof. Arief Hidayat di podcast Akbar Faizal. Beliau mengatakan bahwa selama 13 tahun menjadi hakim MK, tidak pernah ada istilah konflik kepentingan dalam pengujian undang-undang,” ujarnya.

Anwar mengaku lega karena harkat dan martabatnya telah dipulihkan melalui putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terkait polemik Putusan 90/2023. Ia menyebut keputusannya meninggalkan MK terasa seperti “bayi baru lahir” tanpa beban.

“Saya plong. Makanya tadi dalam sambutan saya, saya ibarat meninggalkan MK ini seperti bayi, seperti kertas putih tanpa ada catatan,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung kembali tudingan soal adanya “cawe-cawe” yang menurutnya tidak berdasar. Anwar berharap publik dapat mencermati fakta hukum, termasuk putusan PTUN dan putusan MKMK, agar tidak terjebak pada asumsi.

Terkait hubungannya dengan Gibran, Anwar menepis anggapan adanya kedekatan khusus yang memengaruhi putusan. Ia mengatakan pertemuannya dengan Gibran sangat terbatas dan hanya terjadi pada momen tertentu, baik formal maupun kekeluargaan.

“Sampai hari ini, yang namanya Gibran sebagai wapres, baru beberapa kali saya bertemu,” jelasnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya