Pemerintah Pastikan Harga BBM Stabil hingga April 2026

01 Apr 2026 • 03:13 iMedia

MediaHub – Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax tidak akan mengalami kenaikan hingga 1 April 2026. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Selasa (31/3).

Dikhawatirkan, jika harga BBM subsidi seperti Pertalite terpaksa dinaikkan, perubahan ini bisa menimbulkan dampak yang meluas bagi masyarakat. Nailul Huda, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), menekankan bahwa kebijakan ini bisa memberi tekanan signifikan pada kelompok masyarakat, terutama yang berada di lapisan miskin dan menengah.

Menurut Huda, kenaikan harga BBM subsidi dapat memicu inflasi yang tinggi, menghambat pertumbuhan ekonomi, dan bahkan meningkatkan angka kemiskinan. Ia juga mencatat bahwa pemerintah seharusnya tidak mempertimbangkan opsi kenaikan harga BBM subsidi dan lebih baik mengalihkan anggaran untuk memperkuat subsidi, seperti dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengamat ekonomi dan komoditas, Ibrahim Assuabi, sependapat bahwa kenaikan harga BBM subsidi akan berdampak pada biaya transportasi dan logistik. Hal ini, lanjutnya, akan berimbas pada daya beli masyarakat. “Pengusaha sangat khawatir jika BBM dinaikkan, karena akan mempengaruhi konsumsi,” ujarnya.

Dia mencontohkan, peningkatan biaya transportasi dapat mempengaruhi harga makanan di restoran cepat saji dan sektor properti, karena ongkos pengiriman material akan meningkat. Di sisi lain, Nailul Huda berpendapat bahwa kenaikan BBM non-subsidi seperti Pertamax masih wajar, mengikuti harga minyak mentah global.

Dampak inflasi dari kenaikan BBM non-subsidi ini dinilai terbatas, mengingat penggunaannya tidak sebesar BBM subsidi dalam transportasi umum dan distribusi barang. Namun, Huda memperingatkan bahwa ada kemungkinan peralihan konsumen dari BBM non-subsidi ke subsidi jika selisih harga terlalu besar, yang dapat meningkatkan permintaan BBM subsidi dan menyebabkan kelangkaan.

Kenaikan permintaan, tanpa diimbangi ketersediaan barang, bisa memicu jual beli ilegal. Dari perspektif fiskal, lonjakan konsumsi BBM subsidi akan menambah beban APBN melalui peningkatan impor minyak dan kebutuhan subsidi tambahan.

Di tengah lonjakan harga minyak global akibat serangan AS dan Israel ke Iran, pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga untuk Pertalite dan Pertamax. Menteri Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Pertamina tidak akan melakukan penyesuaian harga pada Rabu (1/4).

Prasetyo menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto selalu mengutamakan kepentingan rakyat dalam pengambilan keputusan. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang, dengan menjamin ketersediaan stok BBM nasional yang aman. “Tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin, dan harga tidak akan berubah,” ungkapnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya