Tragedi di Tanah Abang: Pemerintah Serukan Pengusutan Tuntas
Insiden tragis terjadi di Jalan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, saat satu unit kendaraan taktis milik Brigade Mobil (Brimob) Polri menabrak seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, hingga tewas. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (28/8) sekitar pukul 19.25 WIB, di tengah kerumunan demonstran yang memadati jalan.
Bripka R, pengemudi kendaraan yang didampingi oleh Kompol C dan lima anggota lainnya, berusaha menerobos situasi penuh tekanan. Jalanan dipenuhi batu dan pecahan benda keras, yang membuat pandangan Bripka R terhalang. Dalam kondisi ini, ia tidak menyadari keberadaan Affan yang terjatuh di jalur kendaraan.
Peristiwa ini menimbulkan kecaman luas, baik di dalam maupun luar negeri. Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukam) Mahfud MD mengingatkan pentingnya pengendalian diri dari semua pihak, baik massa demonstran maupun aparat, untuk menghindari bahaya lebih lanjut.
Tanggapan Pemerintah
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengutarakan belasungkawa dan menekankan pentingnya pengusutan kasus ini secara tuntas dan transparan. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan rasa terkejut dan kecewa atas tindakan aparat, serta menegaskan bahwa penyalahgunaan kewenangan tidak dapat ditoleransi.
Presiden Prabowo berkomitmen untuk membantu keluarga korban dengan memberikan tempat tinggal baru di Cileungsi, Jawa Barat. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan sebesar Rp70 juta kepada ahli waris Affan, di luar jaminan pemerintah.
Presiden juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pemerintah, sembari mengingatkan potensi pihak-pihak yang dapat memanfaatkan situasi untuk menciptakan kekacauan. Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya melindungi nyawa rakyat dalam setiap kebijakan keamanan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
