Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi di Tengah Harapan Gencatan Senjata Timur Tengah

05 Jun 2026 • 02:30 iMedia

MEDIAHUB.ID – Dolar Amerika Serikat (AS) melemah dari posisi tertingginya dalam dua bulan terakhir pada penutupan perdagangan Kamis, 4 Juni 2026, atau Jumat pagi waktu Indonesia barat. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek gencatan senjata di Lebanon.

Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,04 persen menjadi 99,405, setelah sebelumnya sempat menyentuh level 99,56 pada sesi perdagangan terakhir.

Tekanan terhadap dolar juga datang dari penguatan euro sebesar 0,15 persen ke posisi 1,1616 dolar AS, didorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB). Sementara itu, poundsterling tercatat naik tipis 0,05 persen ke level 1,345 dolar AS.

Meski terkoreksi, pelemahan dolar AS masih terbatas karena mata uang tersebut tetap diburu sebagai aset aman di tengah ketidakpastian di Timur Tengah yang belum mereda. Hizbullah dilaporkan menolak proposal mediasi dari Amerika Serikat, sementara Israel masih melanjutkan serangannya.

Di sisi lain, pergerakan dolar AS terhadap yen Jepang juga menjadi perhatian pasar setelah yen kembali melemah dan menembus level psikologis 160,015 per dolar AS. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu intervensi langsung dari otoritas Jepang untuk menahan pelemahan mata uangnya.

Pasar juga menyoroti pernyataan Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda yang memberi sinyal hawkish terkait rencana kenaikan suku bunga pada pertemuan Juni. Langkah itu dinilai bertujuan meredam dampak lonjakan harga energi.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya