Langkah Agresif BI Belum Mampu Menahan Pelemahan Rupiah

28 May 2026 • 14:31 iMedia

MEDIAHUB.ID – Rupiah kembali tertekan dan melemah selama enam hari berturut-turut, sekaligus mencatat penurunan mingguan kesembilan secara beruntun. Sepanjang tahun berjalan, nilai tukar rupiah telah terkoreksi 6,4 persen dan menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di Asia.

Tekanan terhadap rupiah datang dari dua arah, yakni faktor global dan domestik. Dari eksternal, indeks dolar Amerika Serikat menguat mendekati level tertinggi dalam tujuh minggu setelah serangan militer AS ke Iran memudarkan harapan perdamaian dan memicu kekhawatiran inflasi global.

Di dalam negeri, pelaku pasar bersikap hati-hati menjelang rilis data inflasi dan perdagangan pekan depan. Kekhawatiran juga meningkat karena lonjakan harga energi dinilai berpotensi mengganggu kestabilan inflasi nasional.

Meski Bank Indonesia telah mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga di atas perkiraan pasar pada pertengahan Mei, kebijakan itu belum mampu sepenuhnya meredam tekanan. Rupiah masih melemah di tengah defisit fiskal, kinerja ekspor-impor yang belum kuat, serta keluarnya arus modal asing dari pasar keuangan domestik.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya