Yunus Nusi soal Tendangan Kungfu Fadly Alberto: Erick Thohir Mengutuk Keras Kejadian dan Pemain, Ada Kelalaian Perangkat Pertandingan
Yunus Nusi juga menyampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengecam keras tindakan kekerasan yang terjadi dalam pertandingan tersebut. PSSI menilai aksi itu mencederai nilai sportivitas yang harus dijaga dalam sepak bola.
“PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bhayangkara di Elite Pro Academy,” ujar Yunus Nusi.
“Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sangat mengutuk keras atas kejadian ini, pemain yang melakukan hal itu,” katanya menambahkan.
Diteruskan ke Komdis PSSI
Menurut Yunus Nusi, PSSI telah meneruskan persoalan tersebut kepada Komdis. Ia meminta sidang perkara untuk menjadi prioritas agar keputusan bisa segera diambil.
“PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya. Dan diminta ini menjadi prioritas sidang Komdis untuk segera dilaksanakan dan diputuskan,” ucap Yunus Nusi.
Selain pemain yang terlibat, Yunus Nusi juga menyoroti kemungkinan kelalaian perangkat pertandingan. Evaluasi terhadap jajaran wasit disebut akan menjadi perhatian khusus PSSI.
“Dan kita juga melihat ada kelalaian perangkat pertandingan. Ini juga akan menjadi atensi PSSI kepada Komite Wasit, saudara Yoshimi Ogawa, untuk melakukan evaluasi dan memberikan edukasi, sanksi kepada perangkat pertandingan bila ternyata terbukti lalai,” bebernya.
Tendangan Kungfu Fadly Alberto
Insiden tersebut ramai dibicarakan setelah video kejadian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, Fadly Alberto dari Bhayangkara FC U-20 terlihat berlari sejak area tengah lapangan sebelum melepaskan tendangan kungfu ke arah pemain Dewa United di sisi lapangan.
Keributan kemudian pecah dan melibatkan pemain dari kedua tim. Pertandingan berakhir dengan kemenangan Dewa United U-20 dengan skor 2-1 atas Bhayangkara FC U-20.
Kini, Fadly yang juga pemain Timnas Indonesia U-20 itu menanti sanksi Komdis. Yunus Nusi juga meminta seluruh pemain tetap mampu mengendalikan emosi karena tindakan di lapangan bisa merugikan diri sendiri maupun klub.
“Kami mohon kepada pemain, apa pun yang terjadi di lapangan, tetap selalu bersikap, jangan emosional, sabar. Dan tentu ini juga akan merugikan pemain itu sendiri termasuk merugikan klub,” imbuhnya.
Baca Ini Juga
- Nova Arianto Soal Tendangan Kungfu Fadly Alberto: Pasti Ada Konsekuensi, Sudah Seharusnya Berikan Contoh yang Baik
- Masa Depan Suram Fadly Alberto, Mantan Pemain Timnas Indonesia U-17 yang Dikecam Usai Tendangan Kungfu di EPA U-20
- Rapor Pemain Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025: Siapa yang Bersinar?
- Timnas Indonesia U-17 Siapkan 4 Senjata Rahasia untuk Hancurkan Zambia di Laga Pembuka Piala Dunia U-17 2025
