Menwa Dinilai Perlu Direvitalisasi sebagai Pilar Pembinaan Bela Negara

06 May 2026 • 23:31 iMedia

MEDIAHUB.ID – Rasminto menilai Resimen Mahasiswa (Menwa) perlu direvitalisasi agar kembali berperan sebagai pilar pembinaan bela negara di kalangan mahasiswa.

Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Sinergisitas Kementerian/Lembaga terkait pembinaan Resimen Mahasiswa yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) di Hotel Salak The Heritage, Bogor, Rabu, 6 Mei 2026.

Menurut Rasminto, dinamika global seperti disrupsi digital, krisis identitas, dan polarisasi sosial telah memengaruhi kualitas karakter generasi muda. Karena itu, ia menilai pendekatan pendidikan konvensional tidak lagi cukup untuk membentuk karakter mahasiswa secara utuh.

“Dibutuhkan ruang praksis yang mampu membentuk karakter secara utuh, dan Menwa memiliki posisi strategis sebagai kawah candradimuka bagi mahasiswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Menwa tidak hanya berfungsi sebagai wadah kedisiplinan, tetapi juga sarana pembentukan solidaritas, kepemimpinan, dan ketahanan mental mahasiswa dalam menghadapi tekanan sosial maupun perubahan zaman.

Secara historis, kata dia, Menwa memiliki akar panjang sejak era awal kemerdekaan dan terus bertransformasi mengikuti dinamika politik serta sistem pendidikan nasional. Dalam konteks saat ini, Menwa perlu ditempatkan sebagai organisasi pembinaan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian masyarakat berbasis nilai kebangsaan.

Rasminto juga menekankan bahwa Menwa merupakan bagian dari ekosistem bela negara yang memiliki dasar konstitusional kuat. Menurutnya, pembinaan Menwa sudah didukung oleh UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan UU No. 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.

Meski demikian, ia mengkritisi lemahnya payung hukum operasional dalam pembinaan Menwa. Ia menilai aturan yang ada, termasuk Kesepakatan Bersama Empat Menteri tahun 2014, belum cukup implementatif karena belum memiliki standar nasional yang jelas, pendanaan yang konsisten, serta koordinasi lintas sektor yang kuat.

Rasminto menegaskan, penguatan Menwa harus tetap berada dalam koridor demokrasi. Ia juga menolak pandangan yang menyebut Menwa sebagai alat politik kampus atau bentuk militerisasi mahasiswa.

“Menwa bukanlah alat politik kampus maupun bentuk militerisasi mahasiswa, melainkan wadah pembinaan karakter kebangsaan yang humanis dan konstitusional,” tandasnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya