Kronologi Terungkapnya Dugaan Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry, Lima Santri Jadi Korban

18 Apr 2026 • 22:18 iMedia

MEDIAHUB.ID – Dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry ternyata bukan kasus baru. Perkara ini pertama kali mencuat pada 2021 setelah sejumlah santri mengaku menjadi korban.

Para korban diketahui merupakan santri penghafal Al-Qur’an. Saat itu, para guru, tokoh agama, dan pihak terkait disebut melakukan tabayyun atau klarifikasi langsung kepada Syekh Ahmad Al Misry.

Dalam proses tersebut, yang bersangkutan dikabarkan mengakui perbuatannya, menyampaikan permintaan maaf, dan berjanji tidak akan mengulanginya. Karena itu, kasus sempat dianggap selesai secara internal tanpa proses hukum lanjutan.

Namun, persoalan tersebut ternyata belum benar-benar berakhir. Pada 2025, kasus ini kembali terbuka setelah Oki Setiana Dewi bertemu dan mewawancarai salah satu korban saat berada di Mesir.

Dari percakapan itu, muncul pengakuan bahwa dugaan pelecehan masih terus terjadi meski sebelumnya pelaku sudah berjanji berhenti. Temuan tersebut menjadi titik balik dalam penanganan kasus.

Oki kemudian menghubungi sejumlah ustaz, termasuk Ustaz Abi Makki, untuk menyampaikan informasi yang dinilai serius. Setelah itu, para tokoh agama mulai menelusuri kembali bukti dan keterangan dari para korban.

Dari penelusuran itu, terungkap bahwa jumlah korban mencapai lima orang. Seluruh korban merupakan laki-laki, dengan usia yang bervariasi dari di bawah umur hingga dewasa.

Kasus ini juga disebut terjadi berulang kali di sejumlah tempat, termasuk di lingkungan ibadah. Para korban diduga berada dalam posisi sulit karena pengaruh otoritas pelaku serta pendekatan yang dibungkus narasi agama.

Dalam perkembangan lain, terungkap dugaan modus yang digunakan pelaku untuk mendekati korban, yakni menawarkan kesempatan pendidikan ke Mesir secara gratis. Para santri disebut diajak mengikuti ceramah dan dijanjikan bisa melanjutkan studi ke luar negeri.

Sejumlah santri bahkan benar-benar diberangkatkan. Namun, dana yang digunakan disebut berasal dari sumbangan umat dan jemaah, bukan dana pribadi pelaku.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya