GMPRI NTB Akan Adukan Sejumlah Oknum Perusak Alam di KEK Mandalika, APH Bungkam Diduga Terima Uang dari Panitia
MediaHub – Lombok Tengah – Wilayah Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kini tengah menjadi sorotan usai maraknya tindakan pengerukan alam yang merusak. Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Rindawanto Evendi, memberikan pernyataan tegas mengenai praktik penambangan emas ilegal yang dilakukan oleh sejumlah oknum di daerah tersebut.
Rindawanto menegaskan bahwa tindakan perusakan gunung demi kepentingan tambang ilegal ini berpotensi besar untuk merusak keindahan alam, yang tentunya akan berimbas pada sektor pariwisata. Mandalika, yang dikenal dengan keindahan alamnya, dapat kehilangan daya tarik bagi pengunjung jika perusakan ini terus dibiarkan.
Lebih lanjut, Rindawanto mengungkapkan bahwa ada dugaan pembentukan panitia yang dikepalai oleh seorang oknum bernama AN dan M. Oknum ini diketahui bekerja sama dengan beberapa pihak yang diduga menerima uang dari individu-individu tertentu yang berminat untuk mendapatkan izin menambang. Informasi dari masyarakat menyebutkan bahwa uang tersebut kemudian akan disetorkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) sebagai bentuk pengamanan.
“Saya tidak akan membiarkan perusakan ini berlanjut. Segera saya akan melaporkan peristiwa ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar semua pihak yang terlibat dapat diproses secara hukum,” tegas Rindawanto, akrab disapa Rindhot.
Upaya untuk menghentikan praktik ilegal ini sangat penting agar keindahan alam Mandalika tetap terjaga. Kegiatan penambangan yang tidak sesuai dengan peraturan jelas berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Menyikapi hal ini, Rindawanto mengajak semua pihak untuk bersatu melindungi alam serta mengawasi praktik-praktik ilegal yang merugikan banyak orang.
Dengan semangat yang menggelora, Rindawanto berharap masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Penegakan hukum yang tegas terhadap praktik penambangan ilegal harus menjadi prioritas agar keindahan Lombok Tengah tetap terjaga untuk generasi mendatang.
