Pedro Acosta Nilai Para Rider MotoGP Terlalu Egois untuk Tiru Asosiasi Pembalap F1
MEDIAHUB.ID – Pembalap KTM, Pedro Acosta, menilai para rider MotoGP terlalu egois untuk benar-benar kompak membentuk asosiasi pembalap seperti GPDA di Formula 1.
Pernyataan itu muncul di tengah sorotan terhadap keselamatan di MotoGP, yang kembali ramai dibicarakan setelah keputusan mengganti Sirkuit Phillip Island dengan lintasan jalanan Adelaide sebagai tuan rumah GP Australia mulai 2027. Kritik terhadap aspek keselamatan juga menguat usai insiden di GP Catalunya pada Minggu (17/5/2026), ketika Race Direction melakukan dua kali restart akibat kecelakaan yang dialami Alex Marquez dan Johann Zarco.
Di sisi lain, Pecco Bagnaia sebelumnya mengkritik sejumlah pembalap yang kerap absen dalam rapat Komite Keselamatan yang digelar setiap Jumat sore. Ia menyebut hanya ada tiga rider yang rutin hadir, yakni dirinya sendiri, Luca Marini, dan Jack Miller.
Bagnaia bersama Marini kemudian mendorong para pembalap lain untuk lebih solid membentuk asosiasi demi memperjuangkan kepentingan mereka. Sebab, menurut mereka, pabrikan dan tim sudah lebih dulu memiliki wadah masing-masing, yakni MSMA dan IRTA.
Acosta mengaku memahami pentingnya para rider berbicara dengan satu suara. Namun, ia meragukan pembalap MotoGP bisa benar-benar kompak dalam sebuah asosiasi seperti yang ada di F1.
“Saya rasa Anda tidak perlu pergi setiap pekan ke rapat Komite Keselamatan hanya karena ada gundukan baru di sirkuit,” kata Acosta kepada Motorsport.com saat tes tengah musim di Catalunya, Senin (18/5/2026).
“Saya rasa apa yang terjadi kemarin takkan bisa dihindari dengan rapat Komite Keselamatan. Menurut saya, kami sekarang harus melihat sendiri seberapa besar kami ingin mengambil risiko setelah hal-hal seperti ini terjadi,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah rider MotoGP bisa meniru GPDA di Formula 1, Acosta kembali menunjukkan keraguannya. Ia menilai situasi di lintasan terlalu dinamis dan setiap pembalap pada akhirnya ingin tetap turun balapan.
“Ini sangat rumit, selalu ada satu pembalap yang melihat peluang di akhir pekan,” ucap juara dunia Moto3 2021 dan Moto2 2023 itu.
“Jika Anda memberi tahu saya dua jam sebelum balapan bahwa sesuatu akan terjadi, kami tidak akan balapan. Namun, untuk satu akhir pekan di mana Anda dalam kondisi baik, saya ingin balapan,” lanjutnya.
“Anda harus memahami bahwa para pembalap, meskipun mungkin tidak terlihat seperti itu, cukup egosentris. Anda selalu mencari peluang untuk membuat gebrakan besar,” kata Acosta.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
