Bitcoin Mendekati 80.000 Dolar AS, Didukung Arus Dana Institusional
MEDIAHUB.ID – Harga Bitcoin kembali menguat dan mendekati level 80.000 dolar AS. Pada Senin, 27 April 2026, aset kripto utama itu tercatat naik 2,24 persen dalam 24 jam terakhir ke posisi sekitar 79.126 dolar AS, menurut data CoinMarketCap.
Penguatan ini didorong oleh permintaan yang kuat dari investor institusional melalui produk ETF, serta meredanya ketegangan geopolitik global. Pergerakan Bitcoin juga disebut semakin sejalan dengan pasar saham, dengan korelasi yang mencapai 97 persen terhadap indeks S&P 500.
Salah satu faktor utama penguatan harga adalah derasnya arus dana masuk ke ETF Bitcoin spot. Dalam sepekan terakhir hingga 24 April, ETF tersebut mencatat arus masuk bersih sebesar 824 juta dolar AS, melanjutkan tren positif selama empat pekan berturut-turut.
Selain itu, kondisi global yang lebih stabil turut menopang sentimen pasar. Meredanya ketegangan di Timur Tengah dan normalnya kembali jalur perdagangan seperti Selat Hormuz membuat pelaku pasar lebih optimistis. Di sisi lain, sejumlah perusahaan seperti MicroStrategy juga terus menambah kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar.
Dari sisi pasar derivatif, terjadi lonjakan likuidasi sebesar 286 persen dalam 24 jam menjadi sekitar 37,9 juta dolar AS, dengan mayoritas berasal dari posisi short atau taruhan atas penurunan harga. Kondisi ini memicu short squeeze, yakni situasi ketika pelaku pasar yang bertaruh turun terpaksa menutup posisinya sehingga harga terdorong naik lebih cepat.
Secara teknikal, Bitcoin juga berhasil menembus level penting Fibonacci di sekitar 78.980 dolar AS. Indikator RSI tercatat di 75,7, yang menunjukkan momentum kenaikan masih cukup kuat.
Ke depan, arah pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek akan ditentukan oleh kemampuannya menembus area resistensi berikutnya. Saat ini, terdapat tembok pasokan di kisaran 82.000 dolar AS yang berasal dari harga rata-rata pembelian investor jangka pendek. Jika harga mampu bertahan di atas 79.500 dolar AS, peluang menguji level tersebut semakin terbuka.
Pasar juga menunggu hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berakhir pada 29 April. Jika The Fed mempertahankan sikap hawkish, kenaikan Bitcoin berpotensi tertahan. Namun, apabila muncul sinyal pelonggaran yang tidak terduga, hal itu bisa menjadi katalis baru bagi penguatan harga.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
