10 Persaingan Gelar Juara Premier League Paling Ikonik Sepanjang Masa
Persaingan gelar juara selalu menjadi bumbu paling menarik dalam sepak bola, dan Premier League hampir selalu menghadirkannya dengan drama tinggi. Tak ada pencapaian domestik yang lebih bergengsi daripada menjuarai liga ini, terlebih karena Premier League kini dikenal sebagai salah satu kompetisi tersulit di dunia.
Lalu, apa yang membuat perebutan gelar disebut ikonik? Bisa karena tim unggulan kehilangan keunggulan besar, munculnya kejutan dari kuda hitam, atau persaingan sengit lebih dari dua tim hingga pekan terakhir.
Berikut ini 10 persaingan gelar Premier League paling berkesan sepanjang masa.
10. Manchester United 1992/1993
Musim ini menjadi salah satu yang ikonik karena komentar pedas Alan Hansen di awal musim: “Anda tidak bisa memenangkan apa pun dengan anak-anak.” Saat itu, Manchester United yang banyak mengandalkan pemain muda baru saja kalah dari Aston Villa.
Newcastle United asuhan Kevin Keegan sempat tampak akan menjadi juara setelah unggul 12 poin dengan 15 laga tersisa. Namun, kembalinya Eric Cantona dari skorsing panjang mengubah arah persaingan. United terus menekan, sementara Newcastle mulai kehabisan tenaga. Puncaknya, Newcastle gagal mempertahankan keunggulan dan Manchester United akhirnya juara dengan selisih empat poin.
9. Manchester City 2023/2024
Musim ini sempat punya peluang menjadi yang terbaik, meski pada akhirnya pemenangnya lebih mudah ditebak. Awalnya ada tiga tim yang bersaing ketat, tetapi Liverpool mulai tertinggal pada bulan April.
Arsenal tampil luar biasa dengan memenangi 16 dari 18 laga terakhir. Namun, mereka harus berhadapan dengan Manchester City yang tampil sangat konsisten dan tak terkalahkan sejak Desember. Arsenal terus memberi tekanan hingga laga terakhir, tetapi City tetap tenang menyelesaikan musim dengan kemenangan dan mempertahankan gelar.
8. Blackburn Rovers 1994/1995
Musim ini terkenal karena juara yang tidak terduga dan drama di hari terakhir. Blackburn Rovers, yang kala itu didukung pemilik kaya Jack Walker, mengandalkan duet Alan Shearer dan Chris Sutton.
Di laga pamungkas, Blackburn kalah dari Liverpool. Para pendukung dan pelatih Kenny Dalglish sempat cemas menunggu hasil Manchester United melawan West Ham. Jika United menang, gelar Blackburn bisa melayang. Beruntung bagi Blackburn, United hanya bermain imbang, dan trofi pun jatuh ke tangan mereka.
7. Manchester United 1998/1999
Perebutan gelar dua arah memang menarik, tetapi tiga arah jauh lebih menegangkan. Musim ini mempertemukan Manchester United, Arsenal, dan Chelsea dalam persaingan ketat.
Chelsea sempat memimpin di pertengahan musim, namun mulai goyah pada April. Manchester United akhirnya memastikan gelar di hari terakhir setelah mengalahkan Tottenham. Kemenangan itu menjadi awal dari sejarah besar mereka karena setelah itu United juga menjuarai Piala FA dan Liga Champions untuk melengkapi treble.
6. Chelsea 2009/2010
Musim ini menjadi momen ketika Chelsea berhasil mematahkan dominasi Manchester United. Di bawah Carlo Ancelotti, Chelsea tampil sangat tajam dan konsisten.
Momen penting terjadi saat mereka menang 2-1 di Old Trafford pada April. Chelsea kemudian memastikan gelar pada pekan terakhir lewat kemenangan telak 8-0 atas Wigan. Hasil itu menegaskan bahwa mereka memang layak menjadi juara.
5. Manchester City 2018/2019
Persaingan ini berada di level yang luar biasa. Manchester City dan Liverpool sama-sama mengumpulkan poin sangat tinggi dan sama-sama tampil luar biasa sepanjang musim.
Di hari terakhir, City mengoleksi 95 poin, sementara Liverpool mengakhiri musim dengan 94 poin. City sempat tertinggal lebih dulu dari Brighton, membuat fans Liverpool sempat berharap. Namun, tim asuhan Pep Guardiola bangkit dan menang 4-1. Liverpool harus puas menjadi runner-up meski meraih 97 poin, angka yang di musim lain biasanya cukup untuk menjadi juara.
4. Leicester City 2015/2016
Ini adalah kisah dongeng terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris. Leicester City memang menutup musim dengan selisih 10 poin, tetapi jalan menuju gelar terasa sangat menegangkan karena banyak yang menunggu mereka terpeleset.
Tantangan terdekat datang dari Tottenham Hotspur, namun mereka justru kehilangan momentum di akhir musim. Gelar Leicester dipastikan lewat hasil imbang Tottenham melawan Chelsea dalam laga yang dikenal sebagai “Battle of the Bridge”. Leicester, yang musim sebelumnya hampir terdegradasi, justru keluar sebagai juara.
3. Manchester City 2011/2012
Tidak ada drama hari terakhir yang lebih terkenal daripada momen “Aguerooooo”. Manchester United sempat unggul delapan poin saat liga menyisakan enam laga, tetapi keunggulan itu terbuang.
Di laga terakhir, Manchester City wajib menang atas QPR. Saat Manchester United sudah menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan, City masih tertinggal 1-2 ketika memasuki masa tambahan waktu. Edin Dzeko menyamakan kedudukan, lalu Sergio Aguero mencetak gol kemenangan di detik-detik akhir yang mengubah sejarah Premier League selamanya.
2. Manchester United 2007/2008
Ini adalah persaingan tiga arah lainnya antara Manchester United, Chelsea, dan Arsenal. Arsenal sempat memimpin cukup lama, tetapi kehilangan kekuatan setelah cedera parah Eduardo pada Februari.
Persaingan kemudian mengerucut menjadi United dan Chelsea yang saat itu dipimpin Avram Grant. Chelsea sempat mengalahkan United di Stamford Bridge hingga poin kedua tim sama pada hari terakhir. Namun, Manchester United unggul selisih gol dan mengunci gelar setelah menang 2-0 atas Wigan.
1. Manchester City 2013/2014
Musim ini selalu diingat para pendukung Liverpool dengan rasa sakit. Liverpool asuhan Brendan Rodgers tampil luar biasa lewat duet Luis Suarez dan Daniel Sturridge. Mereka bahkan tampak berada di jalur juara setelah mengalahkan Manchester City 3-2.
Namun, drama besar terjadi saat Steven Gerrard terpeleset pada laga melawan Chelsea yang berujung kekalahan. Setelah itu, Liverpool juga membuang keunggulan 3-0 menjadi 3-3 saat melawan Crystal Palace. Manchester City memanfaatkan situasi tersebut dengan menyapu bersih sisa laga dan merebut gelar dari genggaman rivalnya.
Itulah sejumlah persaingan gelar Premier League yang paling ikonik sepanjang masa. Drama, kejutan, dan momen-momen krusial di musim-musim tersebut menjadi alasan mengapa Premier League selalu menarik untuk diikuti hingga pekan terakhir.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
