Pedro Acosta Nilai Jadwal MotoGP yang Padat Berisiko Memperpendek Karier Pembalap

18 Apr 2026 • 22:50 iMedia

MEDIAHUB.ID – Pembalap MotoGP Pedro Acosta menyoroti kalender balap yang dinilainya terlalu padat. Ia menilai padatnya jadwal musim balap berpotensi memperpendek karier para pembalap karena tingginya beban fisik dan mental sepanjang musim.

Sejak 2023, MotoGP menerapkan format balapan Sprint yang membuat para rider menjalani lebih banyak sesi kompetitif dalam satu akhir pekan. Jika digabung dengan jumlah seri yang banyak dalam satu musim, jeda antarseri pun menjadi semakin singkat.

Acosta mengatakan kondisi tersebut tidak ideal, terutama bagi pembalap yang mengalami cedera. Menurutnya, waktu pemulihan menjadi kurang optimal karena jarak antar Grand Prix terlalu rapat.

“Itu ide yang bagus. Karena menurut saya yang buruk dari kalender ini adalah karier para pembalap akan lebih pendek,” ujar pembalap asal Spanyol berusia 21 tahun itu kepada Motorsport.com, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, menjalani rangkaian balapan selama lebih dari 20 pekan dengan sesi penting hampir setiap hari sangat menguras tenaga. Menurut Acosta, kondisi itu membuat pembalap tidak punya cukup ruang untuk beradaptasi secara bertahap saat turun ke lintasan.

“Tidak mungkin untuk bertahan selama 22 pekan dengan sesi penting setiap hari pada sore hari seperti latihan Jumat, kualifikasi dan Sprint, lalu balapan utama,” lanjutnya.

Acosta juga menilai format pekan balap MotoGP saat ini menambah tekanan bagi pembalap dan kru tim. Setiap sesi dianggap menjadi penentu, sehingga mereka dituntut tampil maksimal sejak awal akhir pekan.

“Tidak ada waktu untuk berkata, ‘Oke, aku akan ke lintasan, mencari ritme berkendara saya secara bertahap, dan hanya akan berkendara’. Maksud saya, setiap hari Anda memiliki sesi penting, 22 kali per tahun,” kata Acosta.

Menurut dua kali juara dunia itu, beban stres yang terus-menerus akan membuat daya tahan para pembalap mencapai batas. Ia pun menilai jadwal seperti ini pada akhirnya bisa berdampak pada singkatnya karier mereka.

“Ini akan membuat semuanya lebih singkat karena tingkat stres yang akan mampu kami tanggung akan mencapai batas,” pungkasnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya