Internasional

Gerhana Matahari Terlama pada 2027 Diperkirakan Terjadi 2 Agustus, Ini Lokasi yang Dilewati

MEDIAHUB.ID – Gerhana Matahari total terlama pada 2027 diperkirakan terjadi pada 2 Agustus 2027 dengan durasi fase totalitas mencapai sekitar 6 menit 23 detik di titik terbaik. Fenomena astronomi ini akan melintasi sejumlah wilayah…

iMedia October 18, 2026 · 10:49 am
ADVERTISEMENT970 × 90

MEDIAHUB.ID – Gerhana Matahari total terlama pada 2027 diperkirakan terjadi pada 2 Agustus 2027 dengan durasi fase totalitas mencapai sekitar 6 menit 23 detik di titik terbaik. Fenomena astronomi ini akan melintasi sejumlah wilayah di Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah.

Mengutip data NASA, jalur gerhana akan melewati Spanyol, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, hingga Somalia. Jalur totalitas juga melintasi sejumlah wilayah perairan sebelum berakhir di Samudra Hindia.

Mesir disebut sebagai salah satu lokasi utama untuk mengamati fenomena ini. Di kawasan sekitar Luxor, fase gerhana total diperkirakan berlangsung lebih dari enam menit. Durasi maksimum yang dihitung NASA mencapai sekitar 6 menit 23 detik di titik tertentu di Mesir.

Selain Mesir, Mekah dan Jeddah di Arab Saudi juga berada di jalur totalitas. Di Mekah, Bulan diperkirakan menutupi seluruh piringan Matahari selama sekitar lima menit. Durasi di tiap kota akan berbeda, tergantung posisi pengamat terhadap jalur pusat gerhana.

Sejumlah kota lain yang juga dapat menyaksikan fase totalitas antara lain Cadiz dan Malaga di Spanyol serta Tangier di Maroko. Namun, durasinya diperkirakan lebih singkat dibandingkan wilayah yang berada lebih dekat ke pusat lintasan gerhana.

Durasi panjang gerhana Matahari total dipengaruhi oleh posisi relatif Matahari, Bulan, dan Bumi, termasuk jarak ketiganya saat fenomena berlangsung. Totalitas terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga menutupi seluruh piringan Matahari dari sudut pandang pengamat.

Pada gerhana 2 Agustus 2027, kondisi geometris tersebut memungkinkan totalitas berlangsung lebih lama dari biasanya. Saat fase totalitas terjadi, korona atau lapisan terluar atmosfer Matahari akan tampak sebagai cahaya samar mengelilingi piringan gelap Bulan.

Bintang dan sejumlah planet terang juga berpotensi terlihat ketika langit meredup. Namun, hasil pengamatan tetap bergantung pada kondisi cuaca, tutupan awan, dan lokasi pengamatan.

Hingga saat ini, gerhana Matahari total 2027 tidak dapat diamati dari Indonesia karena jalur totalitas tidak melintasi wilayah Tanah Air.

ADVERTISEMENTResponsive
AUTHOR

iMedia

iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

ADVERTISEMENTResponsive

Tinggalkan Komentar

Tulis tanggapan Anda dengan sopan dan relevan dengan artikel. Email tidak akan dipublikasikan.