MEDIAHUB.ID – Pebulu tangkis putri Thailand, Pitchamon Opatniputh, menghadapi ancaman sanksi larangan bertanding hingga dua tahun setelah hasil pemeriksaan sampel B dinyatakan positif mengandung furosemide.
Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand menyampaikan hasil itu pada Senin, 28 September. Pejabat kementerian, Surasak Panjaroenvorakul, mengatakan hasil sampel B Pitchamon identik dengan sampel A yang sebelumnya juga menunjukkan hasil positif.
Furosemide merupakan obat diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine dan termasuk dalam daftar zat terlarang Badan Antidoping Dunia (WADA).
Sebelumnya, hasil positif pada sampel A membuat atlet berusia 19 tahun itu langsung dilarang bertanding. Pitchamon kemudian meminta pemeriksaan sampel B sebagai upaya untuk membuktikan hasil awal keliru. Namun, hasil pemeriksaan lanjutan justru kembali mengonfirmasi temuan yang sama.
Dengan dua sampel yang sama-sama positif, peluang Pitchamon untuk lolos dari proses disipliner menjadi semakin kecil. Tahap berikutnya adalah penanganan kasus dan penentuan sanksi resmi terhadap juara dunia junior tersebut.
Sejumlah media di Thailand menyebut Pitchamon berpotensi dijatuhi hukuman larangan bertanding hingga dua tahun. Meski demikian, besaran sanksi itu belum final karena masih menunggu proses disipliner.
Pitchamon masih memiliki kesempatan untuk menyampaikan pembelaan, termasuk menjelaskan kemungkinan masuknya furosemide ke dalam tubuhnya. Salah satu skenario yang bisa dipertimbangkan adalah penggunaan produk kesehatan atau suplemen yang tidak mencantumkan seluruh kandungannya pada label.



