MEDIAHUB.ID – Masa dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kemajemukan sebagai modal pembangunan nasional.
Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI), Muhammad Natsir Sahib, menilai semangat Asta Cita yang menjadi arah kebijakan pemerintahan Prabowo perlu diwujudkan melalui penguatan persatuan, gotong royong, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan Indonesia.
Menurut Natsir, kemajemukan bukan hambatan dalam pembangunan. Keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial justru menjadi kekuatan strategis yang dapat memperkokoh fondasi bangsa.
“Indonesia dibangun di atas kemajemukan. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi dan bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu, 18 Oktober 2026.
Natsir menegaskan, pembangunan nasional tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Penguatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan kesempatan, serta pemeliharaan kerukunan sosial juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.
Ia menilai semangat Asta Cita harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk kalangan santri, generasi muda, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan.
Sebagai Ketua Umum DPP FOKSI, Natsir menegaskan santri memiliki tanggung jawab strategis untuk turut ambil bagian dalam pembangunan nasional. Menurut dia, santri tidak hanya berperan dalam penguatan pendidikan agama dan moral, tetapi juga dapat berkontribusi di bidang ekonomi, sosial, teknologi, serta pemberdayaan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki karakter kebangsaan, berwawasan luas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhur bangsa.
“Santri harus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan bangsa. Nilai keagamaan, semangat kebangsaan, dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan agar kita dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Natsir menilai keberhasilan pembangunan membutuhkan persatuan dan partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, serta generasi muda perlu membangun sinergi agar berbagai program pembangunan dapat memberi manfaat luas.
Ia menambahkan, cita-cita Indonesia menjadi negara maju tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh rakyat.
“Momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo harus menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama. Kemajemukan perlu kita rawat, persatuan harus kita jaga, dan gotong royong harus terus kita hidupkan,” tutup Natsir.



