MediaHub – Lombok Tengah – Sadarudin, lahir di Dusun Karang Daye, Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, telah menjelma menjadi sosok inspiratif bagi masyarakat Indonesia. Sejak tahun 2003, ia menetap di Arab Saudi dan telah berkontribusi signifikan selama lebih dari dua dekade terakhir.
Selama berada di tanah yang jauh dari kampung halamannya, Sadarudin tidak melupakan akar budayanya. Ia aktif berinteraksi dengan komunitas Indonesia di Arab Saudi dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang bertujuan untuk membantu sesama. Fokus utama Sadarudin adalah perlindungan serta pemenuhan hak-hak warga negara Indonesia yang tinggal di negara tersebut.
Keberhasilannya dalam memberikan dukungan kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menjadi salah satu alasan mengapa ia layak mendapatkan apresiasi. Pada tahun 2025, Sadarudin dianugerahi Piagam Penghargaan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi. Penghargaan ini bukan hanya sekadar piagam, tetapi juga merupakan pengakuan atas kerja kerasnya dalam melindungi dan mengadvokasi hak-hak warga negara Indonesia di Arab Saudi.
Tidak hanya itu, Sadarudin kini menjabat sebagai presidium Organisasi Indonesia (OIN), sebuah organisasi diasporanya yang diprakarsai oleh PF PENSOSBUD KBRI Riyadh. Selain itu, ia juga merupakan ketua Perhimpunan Masyarakat Indonesia Jizan yang dibentuk oleh Duta Besar RI dan satuan tugas KBRI Riyadh yang beroperasi di wilayah Jizan.
Sadarudin tidak berhenti hanya pada kegiatan sosial. Ia juga berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuannya. Saat ini, ia menjalani pendidikan di Universitas Terbuka (UT) Riyadh dengan mengambil jurusan ilmu komunikasi. Ia percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan dedikasinya dalam melayani masyarakat Indonesia di luar negeri.
Kisah Sadarudin adalah contoh nyata bagaimana seorang anak desa dapat berkontribusi besar di tanah yang jauh. Meskipun berjauhan dari rumah, Sadarudin tetap berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial. Ia mengingatkan kita bahwa di mana pun kita berada, kita tetap memiliki tanggung jawab untuk membantu sesama, terlebih lagi bagi mereka yang jauh dari tanah airnya.



