Opini & Analisa

Sukses Gemparkan Loteng, Alfa Dera Sosok yang Dirindukan Masyarakat Loteng

LOMBOK TENGAH — Kiprah Alfa Dera selama sekitar lima bulan menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lombok Tengah mendapat apresiasi dari kalan…

VIP August 25, 2026 · 2:59 am
ADVERTISEMENT970 × 90

MediaHub – LOMBOK TENGAH — Kiprah Alfa Dera selama sekitar lima bulan menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lombok Tengah mendapat apresiasi dari kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Alfa dinilai membawa pendekatan yang terbuka dalam menjalankan fungsi intelijen, membangun komunikasi dengan masyarakat dan media, sekaligus aktif dalam pencegahan, pengawasan, serta mendukung penegakan hukum.

Beberapa tokoh LSM di Lombok Tengah menilai, keberadaan Alfa selama bertugas memberikan warna tersendiri dalam penegakan hukum di daerah tersebut.

“Beliau cukup terbuka dalam berkomunikasi. Tetapi keterbukaan itu bukan berarti lembek dalam penegakan hukum. Justru ketika ada indikasi pelanggaran, fungsi intelijen harus berani melakukan langkah sesuai kewenangan,” Kata Direktur Kawal NTB yang yang bermarkas di Loteng M Samsul Qomar.

Tegas Mendukung Penindakan

Menurutnya, salah satu catatan penting selama Alfa bertugas adalah dukungannya terhadap bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) dalam penanganan perkara.

Dukungan tersebut dilakukan melalui fungsi intelijen sesuai kewenangan, termasuk pengumpulan informasi, pemetaan persoalan, deteksi dini dan pemberian dukungan informasi yang dibutuhkan dalam proses penegakan hukum.

“Dalam penindakan juga tidak tanggung-tanggung. Ketika memang ada persoalan yang harus ditindak, bidang intelijen memberikan support kepada Pidsus. Ini memberikan efek getar,” lanjutnya.

Menurut dia, efek getar tersebut bukan dimaksudkan untuk menciptakan ketakutan, melainkan menjadi deterrent effect agar aparatur maupun pihak lain semakin berhati-hati dalam menjalankan kewenangannya dan tidak melakukan perbuatan yang berpotensi masuk dalam tindak pidana korupsi.

“ASN tentu harus semakin hati-hati. Bukan berarti takut bekerja, tetapi takut melakukan penyimpangan. Itu yang penting. Kalau semua bekerja sesuai aturan, justru pelayanan publik akan semakin baik,” pendapat Ketua GMPRI NTB Rindawan Efendi atau Rindot.

Penindakan Berjalan Bersama Pencegahan

Para pentolan LSM tersebut menilai penindakan dan pencegahan tidak seharusnya dipertentangkan.

Menurutnya, penegakan hukum yang tegas justru dapat menjadi salah satu instrumen pencegahan apabila dilakukan secara profesional dan berdasarkan alat bukti serta ketentuan hukum.

Di sisi lain, ketika ditemukan kelemahan dalam sistem, langkah berikutnya adalah mendorong perbaikan agar celah yang sama tidak kembali dimanfaatkan.

“Kalau ada kesalahan sistem, jangan hanya dicari siapa yang salah. Sistemnya juga harus diperbaiki. Itu yang kemudian mendorong pelayanan publik menjadi lebih baik,” Ulas Ketua Drumband itu.

Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan fungsi intelijen Kejaksaan yang tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga melakukan deteksi dini, pencegahan dan pengamanan.

Dorong Perbaikan Sistem dan Pelayanan Publik

Selama bertugas di Lombok Tengah, Alfa juga memberikan perhatian terhadap sejumlah persoalan yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan dan optimalisasi pendapatan daerah.

Koordinasi serta pertukaran informasi dengan instansi terkait menjadi bagian dari upaya melihat potensi persoalan sekaligus mencari ruang perbaikan.

Bagi masyarakat, upaya tersebut penting karena keberhasilan penegakan hukum tidak semata-mata diukur dari berapa banyak perkara yang ditangani.

Lebih jauh, penegakan hukum diharapkan mampu memberikan dampak terhadap tata kelola pemerintahan, transparansi dan kualitas pelayanan publik seperti yang di sampaikan Ketua Lidik NTB Sahabudin alias citung.

“Kalau akhirnya sistem menjadi lebih baik, kebocoran bisa dicegah, ASN lebih disiplin dan masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik, itu justru dampak yang kita harapkan,” Kata Citung Budin.

Keterbukaan dan Media

Selain aspek penegakan hukum, Alfa juga dikenal aktif membangun komunikasi dengan awak media.

Media diposisikan sebagai mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus sebagai bagian dari kontrol sosial.

Namun, keterbukaan tetap dilakukan secara proporsional dengan memperhatikan ketentuan hukum dan kepentingan proses penegakan hukum.

Aliansi LSM tersebut menilai pola komunikasi seperti itu penting untuk membangun kepercayaan masyarakat.

“Informasi harus terbuka, tetapi tetap ada batas hukum yang harus dihormati. Yang penting masyarakat tidak merasa ada jarak dengan institusi penegak hukum,” katanya.

Perhatian pada Talenta Siber

Di luar kiprahnya di Lombok Tengah, Alfa juga memiliki pengalaman dalam memberikan pembinaan kepada anak-anak yang pernah tersandung aktivitas peretasan atau kejahatan siber.

Kemampuan teknologi yang mereka miliki tidak semata-mata dilihat dari kesalahannya, tetapi diarahkan agar dapat berkembang menjadi potensi positif di bidang teknologi informasi dan keamanan siber.

Menurut Direktur Masmirah LawFirm Fathurahman , pendekatan ini menunjukkan sisi lain seorang jaksa dalam melihat persoalan generasi muda.

“Kalau anak memiliki kemampuan teknologi, jangan sampai kemampuannya hilang karena pernah salah arah. Dengan pembinaan yang tepat, mereka bisa menjadi talenta yang justru membantu menjaga keamanan digital,” sebut mantan anggota DPRD termuda ini.

Tinggalkan Catatan Positif

Selama sekitar lima bulan bertugas sebagai Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Alfa menjalankan berbagai fungsi mulai dari pemetaan ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan (AGHT), deteksi dini, pencegahan, dukungan penindakan hingga komunikasi publik.

Kini masa tugasnya di Lombok Tengah berakhir dan Alfa melanjutkan pengabdian sebagai Kepala Seksi Ideologi, Politik, Pertahanan dan Keamanan pada Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bagi para pegiat LSM tersebut, waktu lima bulan memang relatif singkat. Namun, ketegasan dalam penegakan hukum, keterbukaan komunikasi dan dorongan terhadap perbaikan sistem dinilai menjadi bagian dari catatan positif selama Alfa bertugas.

“Pergantian tugas adalah hal biasa dalam institusi. Yang penting adalah apa yang ditinggalkan. Kalau setelah kita bertugas ada sistem yang lebih baik, ASN lebih berhati-hati, pelayanan publik meningkat dan masyarakat semakin percaya, itu adalah pengabdian yang punya arti,” pungkasnya.

ADVERTISEMENTResponsive
AUTHOR

VIP

Jurnalis Independen

ADVERTISEMENTResponsive

Tinggalkan Komentar

Tulis tanggapan Anda dengan sopan dan relevan dengan artikel. Email tidak akan dipublikasikan.