Ekonomi & Bisnis

Miliarder Timur Tengah Alihkan Aset ke Swiss di Tengah Ketegangan Geopolitik

Miliarder Timur Tengah alihkan aset ke Swiss akibat ketegangan AS-Israel terhadap Iran, meningkatkan investasi di negara tersebut.

iMedia March 18, 2026 · 2:21 am
ADVERTISEMENT970 × 90

MediaHub – Dalam perkembangan menarik, sejumlah miliarder di kawasan Timur Tengah mulai mencari cara untuk memindahkan aset mereka dari kawasan Teluk ke Swiss. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Para bankir dan penasihat keuangan di Swiss yang mengelola aset bernilai lebih dari US$ 1 triliun optimis bahwa negara tersebut akan menarik lebih banyak investasi dari Timur Tengah. Optimisme ini muncul pasca serangan yang dilakukan Iran terhadap beberapa negara di kawasan Teluk.

“Peristiwa baru-baru ini memicu kami untuk memperkirakan bahwa lebih banyak aset dari Timur Tengah akan tercatat di Swiss. Kami mendengar dari pihak bank, kantor keluarga, serta individu kaya bahwa diskusi mengenai langkah ini sedang berlangsung,” ungkap Patrik Spiller, Kepala Manajemen Kekayaan di Deloitte Swiss, seperti yang dilansir Reuters.

Swiss selama ini dikenal sebagai tempat yang aman bagi para investor. Namun, tantangan muncul dari pusat-pusat keuangan lain yang juga berusaha menarik perhatian investor dari kawasan Timur Tengah dan Asia.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, posisi kas yang tercatat di Swiss oleh individu dan lembaga dari Uni Emirat Arab meningkat sekitar 40%. Kondisi ini semakin dipercepat setelah serangan yang dilakukan oleh Israel dan AS terhadap Iran pada Juni 2025.

Martin Hess, Kepala Ekonom SBA, mengatakan, “Saat ini, kita diuntungkan karena kita dapat menawarkan kondisi aman, stabilitas politik, dan supremasi hukum yang menjadi ciri khas Swiss. Nilai-nilai ini sangat dihargai di saat-saat krisis seperti sekarang.” Di samping itu, setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran, mata uang franc Swiss juga mencapai level tertinggi terhadap euro dalam sepuluh tahun terakhir.

ADVERTISEMENTResponsive
AUTHOR

iMedia

iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

ADVERTISEMENTResponsive

Tinggalkan Komentar

Tulis tanggapan Anda dengan sopan dan relevan dengan artikel. Email tidak akan dipublikasikan.