Keterangan Berbeda Soal OTT KPK: Fadia Arafiq dan Ahmad Luthfi Berikan Penjelasan

05 Mar 2026 • 01:29 Redaksi

MediaHub – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, memberikan penjelasan mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan dirinya, saat berbicara di depan media keluar dari gedung KPK di Jakarta pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 12.13 WIB. Ia menegaskan bahwa saat penangkapan terjadi, ia sedang bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Fadia Arafiq ditangkap di sebuah hotel di Kota Semarang pada Selasa (3/3/2026) dini hari. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Ahmad Luthfi hanya membahas ketidakhadirannya di sebuah acara, tanpa ada transaksi yang mencurigakan.

“Enggak membahas izin, hanya membahas sebab saya enggak bisa hadir acara MBG (Makan Bergizi Gratis),” ungkapnya kepada Tribunnews.com. Ia menegaskan tidak ada uang yang diamankan saat penangkapannya, yang membuatnya yakin tidak ada kegiatan OTT KPK yang seharusnya terjadi.

Lebih lanjut, Fadia Arafiq menyampaikan, “Saya tidak OTT, saya tidak ada barang apa pun yang diambil. Dan pada saat penangkapan saya, apa mereka menggerebek ke rumah?” Ia merasa ada pihak yang berusaha menjatuhkannya dan berharap agar mereka mendapatkan balasan akibat tindakan tersebut.

Saat menjelaskan lebih lanjut, Fadia mengklaim bahwa perusahaan yang terlibat dalam pengadaan barang bukan miliknya, melainkan milik keluarganya. Ia menegaskan, “Enggak, saya tidak ikut. Itu bukan punya saya, saya enggak pernah ikut. Itu perusahaan dari keluarga, bukan saya.”

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara tegas membantah informasi yang menyebut ia berada di tempat bersama Fadia Arafiq saat OTT berlangsung. Ahmad menegaskan tidak mengetahui tentang kasus yang membelit Bupati Pekalongan tersebut.

“La yang nuding siapa? Ditangkapnya (Fadia Arafiq) kita saja ndak ada yang tahu,” katanya, dikutip dari TribunJateng.com. Namun, ia mengakui bahwa ia sempat bertemu dengan Fadia Arafiq pada malam sebelum penangkapan, untuk membahas agenda rapat MBG.

Pertemuan tersebut, diadakan di rumah pribadi Gubernur dan dihadiri juga oleh Bupati Tegal serta Wakil Bupati Purbalingga. Rapat korporasi itu sendiri akan berlangsung pada Selasa (3/3/2026) di Gedung Gradika Bhakti Praja.

Di pihak KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa pihaknya sudah mulai melacak keberadaan Fadia Arafiq sejak Selasa malam. Berkat keberuntungan, mereka menemukan Bupati Pekalongan saat mobil listrik yang digunakannya sedang di-charge.

“Hampir kehilangan yang bersangkutan. Ketika sampai ke Semarang, itu semacam keberuntungan lah. Dicari ternyata mobil listrik ada lagi di-charge, lagi diisi. Nah di situ ketemunya,” jelas Asep, yang menguatkan pernyataan Ahmad Luthfi tentang lokasi saat penangkapan.

Redaksi
Penulis.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya