MEDIAHUB.ID – Formula 1 dilaporkan telah mencapai kesepakatan selama 10 tahun dengan Rwanda untuk menggelar balapan di sirkuit baru Bugesera. Fasilitas yang berlokasi sekitar 40 kilometer di selatan Kigali itu ditargetkan menjadi tuan rumah Grand Prix pada awal dekade mendatang.
Rencana tersebut menandai kembalinya Formula 1 ke Afrika setelah terakhir kali balapan digelar di Kyalami, Afrika Selatan, pada 1993. Sirkuit Bugesera dirancang memenuhi standar FIA Grade 1 dan menjadi bagian dari pengembangan kawasan di sekitar bandara internasional baru Kigali.
Selain untuk ajang Formula 1, Rwanda juga menyiapkan kawasan itu sebagai pusat kegiatan otomotif dan agenda internasional sepanjang tahun. Pemerintah setempat menilai proyek ini dapat memberi dampak positif bagi ekonomi dan pariwisata melalui penyelenggaraan event olahraga kelas dunia.
Meski demikian, kesepakatan Formula 1 tidak otomatis membuka jalan bagi MotoGP. Hingga kini belum ada rencana resmi yang memastikan kejuaraan dunia balap motor tersebut akan digelar di Rwanda.
Jika MotoGP ingin menyusul, sirkuit Bugesera harus melalui serangkaian persyaratan keselamatan khusus. Proses homologasi dari FIM akan menilai sejumlah aspek, mulai dari area run-off, pembatas, perangkat pelindung, hingga karakteristik tikungan.
Sejauh ini, peluang MotoGP kembali ke Afrika masih sebatas kemungkinan. Realisasinya bergantung pada kesiapan infrastruktur, investasi, jaminan finansial, serta persetujuan dari penyelenggara dan otoritas terkait.
Balapan terakhir MotoGP di Afrika sendiri terjadi di Phakisa Freeway, Welkom, pada 18 April 2004. Saat itu, Valentino Rossi keluar sebagai pemenang setelah tampil impresif dalam musim perdananya bersama Yamaha M1 usai meninggalkan Honda.
Kemenangan Rossi kala itu terjadi setelah duel sengit dengan Max Biaggi. Momen tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam karier Rossi bersama Yamaha, sekaligus menandai balapan terakhir MotoGP di benua Afrika.



