Politik & Hukum

Survei LKPI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Tercatat 80,7 Persen

MEDIAHUB.ID – Menjelang dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, tingkat kepuasan dan kepercayaan publik terhadap kepemimpinannya masih tergolong tinggi. Hal itu tergambar dalam hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) yang dilakukan pada…

iMedia October 2, 2026 · 2:35 am
ADVERTISEMENT970 × 90

MEDIAHUB.ID – Menjelang dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, tingkat kepuasan dan kepercayaan publik terhadap kepemimpinannya masih tergolong tinggi.

Hal itu tergambar dalam hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) yang dilakukan pada 8-20 September 2026 terhadap responden di seluruh Indonesia.

Dalam survei tersebut, 80,7 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja kepemimpinan Prabowo Subianto. Sementara itu, 14,4 persen menyatakan tidak puas dan 4,9 persen tidak memberikan jawaban.

Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilantik untuk masa jabatan 2024-2029 pada 20 Oktober 2024.

Peneliti LKPI, Irwan Ardiansyah, mengatakan hasil survei menunjukkan persepsi publik terhadap kinerja Prabowo masih didominasi penilaian positif menjelang dua tahun pemerintahan.

“Temuan tersebut menunjukkan bahwa memasuki periode mendekati dua tahun pemerintahan, persepsi publik terhadap kinerja Prabowo masih didominasi penilaian positif, meskipun terdapat kelompok masyarakat yang memberikan penilaian berbeda pada sejumlah sektor,” kata Irwan, dikutip Jumat, 2 Oktober 2026.

Selain tingkat kepuasan, LKPI juga mengukur tingkat kepercayaan publik terhadap Prabowo. Hasilnya, 82,1 persen responden menyatakan percaya kepada Prabowo, sedangkan 12,8 persen menyatakan tidak percaya. Adapun 5,1 persen tidak memberikan jawaban.

Irwan menilai angka tersebut menjadi indikator penting dalam membaca persepsi publik terhadap kepemimpinan nasional.

Meski demikian, tingkat kepuasan tidak merata di seluruh bidang kebijakan. Pada sektor ekonomi, misalnya, kepuasan masyarakat tercatat 52,8 persen. Sebaliknya, 41,5 persen responden menyatakan tidak puas dan 5,7 persen tidak memberikan jawaban.

Data itu menunjukkan bahwa sektor ekonomi masih menjadi perhatian utama publik. Sementara itu, terkait eksekusi, keberanian, dan keberpihakan pemerintah terhadap program-program kerakyatan, 79,1 persen responden menyatakan puas, 16,7 persen tidak puas, dan 4,2 persen tidak memberikan jawaban.

Dalam aspek politik, survei LKPI menunjukkan 65,9 persen responden menilai kondisi politik Indonesia nyaman dan baik. Sebanyak 16,3 persen menilai kondisi tersebut patut diapresiasi. Di sisi lain, 14,9 persen responden menyatakan membutuhkan oposisi, sedangkan 2,9 persen tidak memberikan jawaban.

Untuk diplomasi luar negeri yang dikaitkan dengan strategi ekonomi, 82,4 persen responden menyatakan yakin Presiden mampu menjalankan strategi tersebut. Sebanyak 8,9 persen menyatakan tidak yakin, sementara 8,7 persen tidak memberikan jawaban.

Pada sektor pemberantasan korupsi, 81,3 persen responden menyatakan puas terhadap langkah yang dijalankan Presiden Prabowo. Sebanyak 16,4 persen menyatakan tidak puas dan 2,3 persen tidak memberikan jawaban.

Sementara itu, pada aspek demokratisasi dan kebebasan berpendapat, tingkat kepuasan mencapai 80,1 persen. Sebanyak 11,8 persen responden menyatakan tidak puas dan 8,1 persen tidak memberikan jawaban.

Dalam penanganan kemiskinan, 79,1 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah. Adapun 11,7 persen menyatakan tidak puas dan 9,2 persen tidak memberikan jawaban.

Untuk program kesejahteraan sosial dan bantuan sosial, tingkat kepuasan tercatat 71,8 persen. Sebanyak 25,3 persen responden menyatakan tidak puas dan 2,9 persen tidak memberikan jawaban.

Di sisi lain, persoalan stabilitas harga dan kenaikan harga bahan pokok menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih rendah. Sebanyak 51,6 persen responden menyatakan puas, sedangkan 40,8 persen menyatakan tidak puas. Sisanya 7,6 persen tidak memberikan jawaban.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi salah satu fokus survei. Sebanyak 69,8 persen responden menyatakan puas terhadap pelaksanaannya, 27,5 persen tidak puas, dan 2,7 persen tidak memberikan jawaban.

Ketika ditanya soal keberlanjutan program, 71,8 persen responden menyatakan MBG perlu dilanjutkan. Sebanyak 17,4 persen menilai program itu perlu dievaluasi, 8,1 persen meminta dihentikan, dan 2,7 persen tidak memberikan jawaban.

Survei LKPI dilakukan dengan metode multistage random sampling, melibatkan 1.246 responden di 36 provinsi, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 3,1 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dan panggilan telepon.

ADVERTISEMENTResponsive
AUTHOR

iMedia

iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

ADVERTISEMENTResponsive

Tinggalkan Komentar

Tulis tanggapan Anda dengan sopan dan relevan dengan artikel. Email tidak akan dipublikasikan.