Internasional

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Terorisme

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menyambut baik keputusan Amerika Serikat (AS) yang menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme. Langkah itu dinilai membuka peluang lebih besar bagi pemulihan ekonomi dan pembangunan kembali negara tersebut. "Hari…

iMedia August 26, 2026 · 4:16 am
ADVERTISEMENT970 × 90

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menyambut baik keputusan Amerika Serikat (AS) yang menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme. Langkah itu dinilai membuka peluang lebih besar bagi pemulihan ekonomi dan pembangunan kembali negara tersebut.

"Hari ini, Suriah melepaskan noda gelap dan menghapus babak menyakitkan dari masa lalunya untuk memulai jalan pembangunan, rekonstruksi, dan pembangunan kembali," kata al-Sharaa dalam pidatonya, dikutip Selasa, 25 Agustus 2026.

Departemen Keuangan AS melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC) menyatakan Suriah tidak lagi dikenai larangan berdasarkan Terrorism List Governments Sanctions Regulations. Bersamaan dengan itu, Washington juga mencabut penetapan Al-Nusrah Front atau Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) sebagai organisasi teroris global yang ditetapkan secara khusus.

OFAC turut menghapus HTS dari daftar Specially Designated Nationals and Blocked Persons. Imbasnya, General License 25 yang sebelumnya mengizinkan transaksi tertentu yang semula dilarang karena keterlibatan HTS dalam pemerintahan Suriah juga dicabut karena dinilai tidak lagi diperlukan.

Presiden Donald Trump sebelumnya telah memberi tahu Kongres pada 8 Juli mengenai rencana pencabutan status tersebut, setelah bertemu Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa di Ankara.

Suriah telah menyandang status negara sponsor terorisme sejak 1979. Dengan pencabutan ini, berakhir sudah status yang bertahan hampir lima dekade dan selama ini menjadi hambatan bagi bantuan keamanan, transaksi keuangan, serta investasi asing ke Suriah.

Keputusan Washington mengikuti perubahan politik besar di Suriah setelah rezim Assad tumbang pada Desember 2024. Pemerintahan al-Sharaa kemudian berupaya memulihkan stabilitas negara.

HTS sebelumnya merupakan salah satu kelompok bersenjata paling menonjol dalam perlawanan terhadap pasukan Assad selama perang saudara Suriah. Kelompok tersebut dipimpin al-Sharaa, yang kemudian menjadi presiden setelah Assad digulingkan.

Kebijakan AS ini juga menandai pendekatan baru Washington terhadap pemerintahan Suriah. Al-Sharaa sebelumnya bertemu Trump di Riyadh pada Mei 2025, sebelum AS mencabut sanksi, lalu melakukan kunjungan ke Gedung Putih pada November 2025. Kunjungan itu disebut bersejarah karena menjadi yang pertama bagi pemimpin Suriah ke Gedung Putih sejak negara itu merdeka pada 1946.

ADVERTISEMENTResponsive
AUTHOR

iMedia

iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

ADVERTISEMENTResponsive

Tinggalkan Komentar

Tulis tanggapan Anda dengan sopan dan relevan dengan artikel. Email tidak akan dipublikasikan.