MEDIAHUB.ID – Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, Reda Manthovani, mengajak warga negara Indonesia (WNI) di Jepang dan masyarakat Indonesia di Tanah Air untuk mendoakan serta memberi dukungan langsung kepada 103 atlet Indonesia yang tampil di Asian Para Games 2026 di Nagoya.
Reda menyampaikan, dukungan dari tribun akan menjadi tambahan semangat bagi para atlet yang berjuang membawa nama bangsa di ajang olahraga disabilitas tersebut. Ia pun secara khusus mengundang WNI yang berada di Nagoya dan wilayah lain di Jepang untuk hadir langsung di arena pertandingan.
“Mohon dukungan dari para warga Indonesia yang ada di Jepang. Ayo, datang ke sini ke Nagoya, dukung para atlet, kasih semangat, agar para atlet bisa bertanding secara maksimal,” ujar Reda, Rabu (14/10/2026).
Menurut dia, kehadiran masyarakat Indonesia di arena pertandingan akan memberi dorongan moral yang berarti bagi para atlet. Sorakan dan dukungan langsung, kata Reda, sangat dibutuhkan dalam perjuangan mereka di Asian Para Games 2026.
“Sorakan, teriakan, dukungan dari para warga Indonesia yang ada di Jepang ini akan mendukung secara nyata. Kehadirannya ditunggu,” katanya.
Selain berharap dukungan langsung dari WNI di Jepang, Reda juga meminta masyarakat Indonesia di mana pun berada untuk terus mendoakan perjuangan kontingen Merah Putih.
“Mohon doanya dari rakyat Indonesia, masyarakat Indonesia yang ada di mana pun berada. Mohon doa restunya, mohon dukungannya, agar para atlet dapat berjuang semaksimal mungkin untuk negara dan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Di sisi lain, Reda mengungkapkan para atlet Indonesia sempat menghadapi perjalanan panjang dan melelahkan sebelum tiba di Nagoya. Setelah mendarat, mereka masih harus melalui proses aktivasi kartu identitas untuk bisa masuk ke venue, mengantre, serta mengurus bagasi sebelum menuju hotel masing-masing.
“Tentu kedatangan kemarin (atlet) cukup melelahkan, karena setelah perjalanan panjang, kemudian mendarat dan harus melakukan aktivasi (ID Card) untuk bisa masuk venue. Antreannya panjang, itu pasti melelahkan. Setelah itu juga mengurus bagasi, ditaruh di hotel masing-masing,” tuturnya.
Meski begitu, Reda memastikan seluruh urusan kedatangan para atlet telah selesai. Para atlet pun mulai beradaptasi dengan kondisi setempat dan menjalani aktivitas latihan.
“Alhamdulillah kemarin malam sudah selesai semua. Tadi pagi saya cek, mereka sudah sarapan dengan nyaman. Bahkan sudah ada yang mulai latihan siang ini sampai sore, mungkin nanti malam juga ada latihan,” kata Reda.
Reda juga menyoroti persoalan aksesibilitas yang menjadi perhatian tim CdM, terutama bagi atlet pengguna kursi roda. Menurutnya, dibutuhkan waktu dan kehati-hatian ekstra agar mobilitas atlet serta peralatan mereka tetap terjaga.
“Yang menggunakan kursi roda, jelas itu perlu waktu, perlu kehati-hatian. Di sinilah perlunya tim CdM, tim pendukung, dengan penuh kesabaran membantu,” jelasnya.
Ia menambahkan, perhatian tidak hanya diberikan pada kursi roda untuk aktivitas harian, tetapi juga peralatan khusus yang digunakan saat bertanding. Peralatan tersebut harus dijaga dengan baik agar tidak mengganggu performa atlet.
“Bukan hanya kursi roda untuk sehari-hari, tetapi kursi roda untuk bertanding pun harus dijaga. Karena kalau rusak, lecet, tidak bisa dipakai untuk bertanding,” tegas Reda.



