Olahraga

Rahasia Raul Fernandez Juara MotoGP Inggris 2026: Marah pada Diri Sendiri Jadi Titik Balik

MEDIAHUB.ID – Raul Fernandez mengungkap kunci keberhasilannya meraih kemenangan perdana pada MotoGP Inggris 2026. Menurut pembalap asal Spanyol itu, rasa kecewa setelah gagal finis di sprint justru menjadi titik balik yang membantunya tampil lebih…

iMedia August 26, 2026 · 4:27 am
ADVERTISEMENT970 × 90

MEDIAHUB.ID – Raul Fernandez mengungkap kunci keberhasilannya meraih kemenangan perdana pada MotoGP Inggris 2026. Menurut pembalap asal Spanyol itu, rasa kecewa setelah gagal finis di sprint justru menjadi titik balik yang membantunya tampil lebih kuat pada balapan utama.

Fernandez sebelumnya terjatuh saat sedang bersaing di barisan depan pada balapan sprint. Insiden tersebut membuatnya marah pada diri sendiri, namun emosi itu kemudian dimanfaatkan untuk memahami batas performa motor, terutama pada ban belakang medium, saat sesi pemanasan pada Minggu pagi.

Pengetahuan dari sesi pemanasan itu menjadi bekal penting saat balapan utama berlangsung. Fernandez mampu mengontrol ritme lomba, menjaga kondisi ban, dan mempertahankan keunggulan hingga finis di depan Jorge Martin dengan jarak yang cukup nyaman.

Fernandez memulai balapan dari posisi kedua dan langsung mengambil alih pimpinan setelah start. Ia kemudian membangun jarak dari para rival sebelum mengatur tempo untuk menjaga ketahanan ban belakang.

Meski sempat mendapat tekanan dari Jorge Martin yang berusaha memangkas selisih waktu, Fernandez tetap mampu merespons dengan meningkatkan kecepatan saat dibutuhkan. Strategi itu membuat keunggulannya kembali melebar.

“Balapan ini berjalan lebih baik dari yang kami perkirakan, karena sejak tikungan pertama saya sudah memimpin dan mulai mengatur ritme,” kata Fernandez.

“Saat saya melihat Jorge memangkas jarak hingga tiga atau empat persepuluh detik, saya berkata, ‘Oke, saya harus sedikit memacu motor’, dan saya berhasil memperlebar jarak lagi,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa sesi pemanasan memiliki peran besar dalam menentukan strategi balapan. Dengan ban belakang medium, Fernandez mencoba memacu motor untuk menemukan batas performanya setelah kecewa dengan kesalahan di sprint.

“Itu berarti kami melakukan pekerjaan yang sangat baik selama balapan. Menurut saya, itu adalah balapan yang sempurna,” ujarnya.

“Sesi pemanasan membantu saya memahami di mana batas kemampuan ban belakang. Pagi tadi saya cukup marah pada diri sendiri, dan mungkin saya memacu motor terlalu keras,” kata Fernandez.

“Saat itulah saya memahami bahwa batas kemampuan ban ada di kisaran 1 menit 58,4 detik hingga 1 menit 58,5 detik. Jadi, saya langsung mencoba menjaga kecepatan di kisaran 1 menit 59 detik rendah,” tegasnya.

ADVERTISEMENTResponsive
AUTHOR

iMedia

iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

ADVERTISEMENTResponsive

Tinggalkan Komentar

Tulis tanggapan Anda dengan sopan dan relevan dengan artikel. Email tidak akan dipublikasikan.